Hasil Survei Agak Beda, Pemred Kompas Dan Suami Ternyata Kader Gerindra

Hasil Survei Agak Beda, Pemred Kompas dan Suami Ternyata Kader Gerindra
“Tak ada sesuatu yang kebetulan di bawah sinar matahari”. Pameo ini benar adanya bila merujuk pada survei-survei elektabilitas menjelang Pilpres 2019.

Beberapa waktu lalu, Litbang Kompas merilis hasil surveinya. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Selisih diantara mereka “hanya” 11,8 persen.

Hasil tersebut agak berbeda dengan lembaga survei lainnya. Terbilang agak aneh, mengapa Kompas yang biasanya obyektif menjadi agak berbeda.

Usut punya usut, ternyata masih ada keterkaitan antara Pemred Kompas dengan Gerindra. Pemred Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy bersama suaminya Rachmat Pambudy adalah orang Gerindra.

Maka pantas surveinya agak berbeda dibandingkan lainnya. Dikatakan dalam survei tersebut bahwa suara Prabowo-Sandiaga Uno naik, dan suara Jokowi-KH. Ma’ruf Amin turun

Harus diketahui, Prabowo sempat mengumumkan Rachmat Pambudy adalah salah satu calon menterinya jika ia menang. Apakah ini sebuah kebetulan? Maka bisa dipastikan bahwa hasil survei Litbang Kompas tidak berimbang dan tidak kredibel karena tendensius kepada Prabowo.

Mungkin Pemred Kompas hanya ingin membuat Prabowo senang agar suaminya dapat jatah menteri dalam kabinet Prabowo. Ternyata ada udang di balik batu.

Pemred/Penanggung Jawab Kompas adalah anak dari Moerdiono mantan menteri Sekretaris Negara zaman Orba. Suaminya adalah Rachmat Pambudy yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua HKTI dan saat Prabowo menjabat sebagai Ketua HKTI periode tahun 2010-2015.

Bahkan, Rachmat Pambudy pernah digadang-gadang akan menjadi menteri jika Prabowo memenangkan Pemilu 2014 karena ia menjadi bagian dari tim perumus ekonomi kerakyatan yang digadang oleh Prabowo.

Nah, semakin kelihatan fakta “hubungan” antara Rachmat Pambudy dengan Prabowo dan Partai Gerindra, sehingga pantas saja jika Rachmat Pambudy menjadi calon menteri Prabowo.

Jadi, hasil Litbang Kompas dengan hasil yang “agak” berbeda dibandingkan lembaga survei lainnya diduga kuat berkaitan dengan fakta kedekatan Pemred Kompas dan suaminya dengan Gerindra.

Tak ada yang kebetulan di bawah sinar matahari, karena semua memiliki keterkaitan dan kepentingan.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.