Sarang Penyimpanan Uang Kotor Diusik, Jokowi Terus Menerus Ingin Dilengserkan

Sarang Penyimpanan Uang Kotor Diusik, Jokowi Terus Menerus Ingin Dilengserkan
Sepanjang 4,5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi ini para cukong-cukong yang selama ini diam sangat gerah. Setelah ada Tax Amnesty, kini pemerintahan Jokowi berhasil menandatangani joint declaration dengan Swiss dalam rangka implementasi pertukaran data keuangan untuk kepentingan perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Dengan penandatanganan tersebut, Indonesia dan Swiss bersepakat untuk saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan Common Reporting Standar (CRS) mulai 2018 dan pertukaran pertama akan dilakukan pada 2019.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan penandatanganan dengan Swiss menandakan berakhirnya era kerahasiaan penyimpanan uang dari pajak. Selama ini Swiss dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar dunia dan mendapat julukan salah satu negara surga pajak.

Dengan begitu, Indonesia bisa meminta bantuan Swiss untuk melakukan upaya paksa terhadap pelaku kejahatan seperti penggeledahan pemblokiran rekening atau membuka rekening bank tak terduga melalui perjanjian MLA. Sementara, untuk upaya non paksa lainnya, Indonesia juga dapat meminta data daftar perusahaan yang diduga terkait dengan pencucian uang.

Perjanjian itu memberikan ruang bagi pemerintah Indonesia untuk menyita dana sekitar Rp 7.000 T hasil kejahatan yang disimpan di Swiss

Perlu diketahui, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun yang dilansir TheJakartapost.

Niatan Jokowi mengembalikan dana yang disimpan di luar negeri itu telah membuat takut para pelaku. Pemerintahan Jokowi sangat luar biasa dibandingkan pemerintahan sebelumnya sebab berkomitmen membongkar dan menarik dana di luar negeri ke Indonesia.

Hal itulah yang membuat para cukong, pengusaha gelap, koruptor dan pengemplang pajak khawatir. Mereka sebagian ada di kubu elit-elit lama.

Karena sarangnya itu mulai diusik Jokowi, maka gerakan untuk melengserkannya pun juga kuat. Tagar Gerakan #2019GantiPresiden dan upaya mengganti Jokowi pada Pilpres 2019 kemungkinan besar ditopang oleh kepentingan-kepentingan seperti itu.

Inilah yang harus dipahami masyarakat mengenai motif pelengseran Jokowi selama ini. Dengan menggunakan berbagai dalih, termasuk agama, sebenarnya kepentingan mereka sederhana saha. Karena hasil jarahannya mau disita negara.

Mari dukung Jokowi untuk membasmi para penjahat negara tersebut.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.