Tak Mempan, Hoaks Dan Fitnah Menguatkan Dukungan Rakyat Ke Jokowi

Tak Mempan, Hoaks dan Fitnah Menguatkan Dukungan Rakyat ke Jokowi
Mendekati Pemilu seperti ini, semua jurus hitam yang digunakan untuk menyerang lawan politik akan menjadi senjata makan tuan. Termasuk serangan kampanye hitam yang ditujukan kepada capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada Jokowi itu tidak akan menjatuhkannya. Sebaliknya, justru akan memperkuat dukungan kepada capres 01 tersebut.

Hal ini seperti ujian dalam hidup. Bahwa sesuatu yang tak mematikanmu, maka aka menguatkanmu.

Diakui atau tidak, aspek negatif seperti hoaks dan fitnah yang digunakan oleh kubu Prabowo-Sandi untuk menyerang Jokowi itu akan masuk ke dalam perilaku, mental, dan cara bertindak yang negatif pula.

Buktinya, sosok seperti Ratna Sarumpaet, Neno Warisman, Bahar Smith, Amien Rais, Fadli Zon dan lain lain. Kesemuanya banyak menampilkan hal negatif yang sebangun dengan watak dan karakter hoaks itu sendiri.

Selain soal hoaks, kubu 02 juga terlihat membangun upaya sistematis mendelegitimasi Pemilu. Terakhir dengan dugaan adanya skenario isu surat suara tercoblos di Malaysia.

Publik masih ingat dengan sederet narasi berbau ancaman dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Misalnya, soal ‘people power’, hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, kabar bohong penghitungan suara di luar negeri, hingga server Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang disebut sengaja dirancang untuk memenangkan petahana.

Semua cara delegitimasi Pemilu itu pelakunya adalah kubu 02. Inilah piciknya cara berpolitik mereka.

Kita berharap budaya dan peradaban Indonesia tidak dikotori dengan hal-hal hitam yang merusak sistem nilai kemanusiaan. Rakyat akan terus hadir untuk membela pemimpin yang jujur, bekerja dan merakyat.

Yakinlah, berbagai jurus hitam yang dijalankan untuk menyerang Jokowi-Ma’ruf akan berhadapan dengan benteng kultural berupa niat baik, tenggang rasa, cinta damai, dan keharmonian. Watak dan karakter bangsa Indonesia itu membangun persaudaraan.


Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Komentar anda akan di moderasi.