Film Wiro Sableng Dibandingkan Dengan Film Hollywood

Film Wiro Sableng (Foto : Instagram)

Film garapan Angga Dwimas Sansongko, Wiro Sableng, menjadi film yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya tahun ini. Bahkan histeria akan film bergenre laga komedi ini pun sudah terdengar sejak satu tahun yang lalu.

Melihat antusiasme pecinta film Tanah Air yang begitu besar, Marsha Timothy yang berperan sebagai Bidadari Angin Timur dalam film ini pun merasa bersyukur. Ia berharap hasil kerja keras pemain dan kru bisa memenuhi espektasi masyarakat. “Pastinya senang kalau banyak yang menanti mudah-mudahan aja film ini bisa menghibur semua yang nonton sebagaimana kita mengerjakannya penuh suka cita, penuh semangat dari semua cast dan crew,” imbu Marsha Timothy di SCTV Tower, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Namun sejak trailer film ini diluncurkan, tak sedikit orang yang membanding-bandingkan Wiro Sableng dengan film-film hollywood. Maklum, film yang dibintangi Vino G Bastian ini juga dipegang oleh rumah produksi luar negeri, 20th Fox Century.

Sumber : Liputan6.com, Jakarta


BREAKING! Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia Di Usia 80 Tahun

Bern – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan meninggal dunia di usia 80 tahun. Annan meninggal dunia setelah menderita sakit mendadak.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (18/8/2018), kabar kepergian Annan ini disampaikan oleh pihak Kofi Annan Foundation.

“Dengan kesedihan mendalam, keluarga Annan dan Kofi Annan Foundation mengumumkan bahwa Kofi Annan, mantan Sekretaris Jenderal PBB dan Penerima Nobel Perdamaian, meninggal dunia dengan damai pada Sabtu, 18 Agustus, setelah menderita sakit mendadak,” demikian pernyataan pihak yayasan.

Baca juga: Sekjen PBB Ajukan 4 Opsi untuk Lindungi Warga Palestina

Dituturkan dua kerabat dekatnya, Annan yang berkewarganegaraan Ghana ini meninggal dunia saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bern, Swiss.

Annan meninggal dunia pada Sabtu (18/8) pagi waktu setempat.

Annan menjabat sebagai Sekjen PBB ke-7 antara tahun 1997-2006. Dia merupakan Sekjen PBB pertama yang menjabat dari jajaran staf PBB.

Baca juga: Laporan PBB: 30.000 Militan ISIS Masih Berada di Irak dan Suriah

Annan meninggalkan seorang istri bernama Nane dan tiga anak.

Bern – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan meninggal dunia di usia 80 tahun. Annan meninggal dunia setelah menderita sakit mendadak.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (18/8/2018), kabar kepergian Annan ini disampaikan oleh pihak Kofi Annan Foundation.

“Dengan kesedihan mendalam, keluarga Annan dan Kofi Annan Foundation mengumumkan bahwa Kofi Annan, mantan Sekretaris Jenderal PBB dan Penerima Nobel Perdamaian, meninggal dunia dengan damai pada Sabtu, 18 Agustus, setelah menderita sakit mendadak,” demikian pernyataan pihak yayasan.

Baca juga: Sekjen PBB Ajukan 4 Opsi untuk Lindungi Warga Palestina

Dituturkan dua kerabat dekatnya, Annan yang berkewarganegaraan Ghana ini meninggal dunia saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bern, Swiss.

Annan meninggal dunia pada Sabtu (18/8) pagi waktu setempat.

Annan menjabat sebagai Sekjen PBB ke-7 antara tahun 1997-2006. Dia merupakan Sekjen PBB pertama yang menjabat dari jajaran staf PBB.

Baca juga: Laporan PBB: 30.000 Militan ISIS Masih Berada di Irak dan Suriah

Annan meninggalkan seorang istri bernama Nane dan tiga anak.

https://m.detik.com/news/internasional/4172112/mantan-sekjen-pbb-kofi-annan-meninggal-dunia-di-usia-80-tahun


Sri Mulyani Sebut Utang Rp 400 T Warisan Masa Lalu, Benarkah?

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tingginya cicilan utang pemerintah merupakan hasil warisan dari masa lalu. Dia bilang, ada banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi di 2019 sehingga pemerintah harus membayar cicilan Rp 400 T di tahun depan.

Benarkah demikian?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa sejatinya tidak semua cicilan utang tersebut berasal dari masa lalu.

Bhima mengatakan bahwa utang yang utang yang jatuh tempo di 2019 juga gabungan dari berbagai macam utang yang diterbitkan sebelum tahun 2019.

“(Jadi) Tidak benar bahwa semua adalah utang warisan rezim sebelumnya. Karena utang yang jatuh tempo di 2019 juga gabungan dari berbagai macam utang yang diterbitkan sebelum tahun 2019,” kata Bhima kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Baca juga: Pemerintah Cicil Utang Rp 400 T, Sri Mulyani: Warisan Masa Lalu

Maka dari itu, Bhima mengatakan pemerintah di era saat ini juga berkontribusi terhadap cicilan utang yang mencapai Rp 400 triliun lebih pada 2019. Sebab, pemerintah saat ini juga kerap menerbitkan surat utang dan berbagai sumber utang lainnya.

“Misalnya ORI 013 diterbitkan 26 Oktober 2016 jatuh tempo nya 15 Oktober 2019 dengan jumlah Rp 19,6 triliun. Ada juga SPN 12190214 yang diterbitkan 15 Februari 2018 dengan tanggal jatuh tempo 14 Februari 2019 tenornya cuma 12 bulan,” katanya.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengakui, terkait pembayaran utang tahun depan merupakan tahun yang berat. Sebab utang pemerintah yang jatuh tempo di 2019 cukup besar.

“Banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi di 2019,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: RI Cicil Utang Rp 400 T, Zulkifli Hasan: Di Luar Batas Kewajaran

(fdl/ang)

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4171797/sri-mulyani-sebut-utang-rp-400-t-warisan-masa-lalu-benarkah

nastak anjenk kmrn2 ada yg nipu kl utang yg jatoh tempo taon depan utang blbi


Saingi Sandiaga, Ma’ruf Amin Akan Bergaya Milenial

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Suara generasi milenial dengan rentan umur 17-34 tahun tak bisa dipandang sebelah mata dalam pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Berdasarkan data Saiful Mujani Research Consulting, setidaknya 34,4 persen masyarakat Indonesia ada di rentang umur emas tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani mengatakan, tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf tentu akan berusaha mendapatkan suara milenial.

Menurut Arsul, sosok Joko Widodo lebih milenial dibandingkan calon presiden pesaingnya, Prabowo Subianto. Jokowi saat ini, berusia 57 tahun, sedangkan Prabowo 66 tahun.

“Pak Jokowi kan’ sangat milenial dibandingkan dengan Prabowo. Kalau soal kedekatan dengan pemilih milenial, dari gaya, usia, dan segala macam itu, Jokowi lebih dekat dengan milenial,” ujar Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2018).

Sementara persaingan untuk calon wakil presiden antara Sandiaga Uno dan Ma’ruf, ucap Arsul, tim pemenangan punya cara tersendiri.

Meski kerap mengenakan sarung, kata Arsul, Ma’ruf juga bisa bergaya milenial.

“Nanti Mas Sandi akan diimbangi Jokowi langsung. Tapi, Insha Allah Kiai Ma’ruf Amin akan di-style supaya tampilannya walaupun pakai sarung tapi milenial. Kan’ ada juga sarung dan santri milenial,” tuturnya.

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/18/saingi-sandiaga-maruf-amin-akan-bergaya-milenial

Nasbung kampret silahkan buat meme-nya dan posting di sini. Tp perlu diingat, resiko menghina Kiai Maruf adalah auto neraka jahanam. Ngoahahahaha


Ketum GP Ansor: Kiai Ma’ruf Amin Pemimpin Tertinggi, Wajib Dukung

Magetan – Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta anggotanya tidak salah menentukan pilihan di Pilpres 2019. Dukungan diberikan ke Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kan jelas ada dua pasangan, Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno dan Pak Jokowi dengan Pak Kiai Ma’ruf Amin. Kiai Ma’ruf Amin ini pemimpin tertinggi, pemimpin besar di Nahdlatul Ulama, bagi kita, bagi saya memberikan dukungan itu wajib. Kiai Ma’ruf Amin ini kan Rais Aam,” ujar Yaqut di Sarangan, Magetan, Jumat (17/8/2018).

Menurut Yaqut, Banser harus ikut memastikan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Konsolidasi akan dilakukan ke daerah.

Baca juga: Fadli-Fahri Temui Habib Rizieq, Ijtimak Ulama II Tetap Digelar

“Memberi dukungan bagi saya wajib karena selain Rais Aam dia (Ma’ruf Amin) juga kiai. Tetapi apakah kemudian ini akan diikuti kader-kader di bawah, kita akan cek kembali. Kita akan mengonsolidasikan kembali,” paparnya.

Saat ini kader Banser disebut Yaqut berjumlah sekitar 4 juta orang lebih. Diharapkan Yaqut seluruhnya bisa satu suara dalam Pilpres.

“Yang di bawah saat ini ada sekitar 4,7 juta se-Indonesia dan kita berharap bisa satu suara. Kita akan terus konsolidasi,” ujarnya.

https://news.detik.com/berita/4171690/ketum-gp-ansor-kiai-maruf-amin-pemimpin-tertinggi-wajib-dukung

GP ANSOR
VS
FPI


PLN Beri Joni Pemanjat Tiang Bendera Beasiswa Hingga Sarjana

Jakarta, CNN Indonesia — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal memberikan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi kepada Yohanes Andigala alias Joni, Siswa SMP di Kabupaten Belu, NTT yang memanjat tiang bendera.

Aksi heroik Joni saat pelaksanaan upacara bendera di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kabupaten Belu, NTT beredar di media sosial. Joni memanjat tiang bendera untuk memasang tali tiang yang terlepas dan terkerek ke atas sebelum pengibaran bendera dilakukan, Jumat (17/8).

Joni saat ini duduk di kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT.

Lihat juga: Panjat Tiang Bendera, Menpora Undang Joni Belu ke Jakarta

PLN Peduli merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang salah satunya memberi perhatian khusus pada bidang pendidikan.

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengapresiasi tindakan Yohanes yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

“Aksi Yohanes sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanes menjadi ‘Putra PLN’ dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1,” ungkap Ali dalam keterangan resmi, Jumat (17/8).

Lihat juga: VIDEO: Aksi Heroik Joni Memanjat Tiang Bendera

Joni tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan, Kabupaten Belu, NTT. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Ia yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter. Aksi anak bungsu dari 9 bersaudara ini kemudian ramai diperbincangkan warganet.

“Yohanes memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia,” pungkas Ali. (agi)

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20180817210818-97-323093/pln-beri-joni-pemanjat-tiang-bendera-beasiswa-hingga-sarjana

Makanya…

Berjasa sama negara. Dapet imbalan setimpal.

Jgn malah belain bowo aja kerjaan lu pada. Ga ngasih apa2 dia.

Yg ada malah minta sumbangan buat jd presiden.