Kaitan OTT Auditor BPK Dan Penyegelan Di Kementerian Pedesaan

https://m.detik.com/news/berita/d-3512640/kaitan-ott-auditor-bpk-dan-penyegelan-di-kementerian-pedesaan?_ga=2.54633453.772455296.1495811061-95695785.1489048289

Kaitan OTT Auditor BPK dan Penyegelan di Kementerian Pedesaan

Jakarta – Penyidik KPK menangkap dua orang auditor BPK dan satu staf terkait dugaan penerimaan suap. Dalam waktu berdekatan, dikabarkan penyidik KPK melakukan penyegelan di kantor Kementerian Pedesaan.

Sekjen BPK Hendar Ristriawan menyampaikan auditor yang ditangkap KPK berinisial R dan AS sementara ada 1 staf berinisial Y yang juga ditangkap.

Pukul 15.12 WIB, Rabu (26/5/2017) petugas KPK datang ke kantor BPK dan menuju salah satu ruangan di auditorat utama keuangan negara III. Petugas KPK kemudian melakukan pemeriksaan

Kemudian pukul 17.08 WIB, 2 orang auditor dan 1 orang staf BPK dibawa ke KPK

“Sampai jam ini, saya masih menunggu, berita lebih lanjut dari KPK tetapi besok sore saya mendapat informasi dari KPK akan dilakukan konpres dan juga dari BPK juga akan turut serta dalam konpres itu,” kata Hendar.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, dua auditor tersebut ditangkap karena kedapatan menerima suap terkait pemberian status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kementerian Pedesaan.

Kabarnya, pegawai di Kemendes juga ditangkap KPK. Penyidik juga melakukan penyegelan di ruang kantor pejabat Kementerian Desa tersebut. Pihak BPK belum mau berbicara mengenai hal ini.

“Kami belum mendapatkan informasi,” ujar Kabiro Humas BPK Yudi Ramdan Budiman.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengakui bahwa dirinya mendapat kabar penyegelan kantor pegawainya. Dia mengirim tim untuk mengecek hal itu ke KPK.

“Saya dapat laporan bahwa ada kantor pegawai saya yang disegel. Saya kirim biro hukum saya untuk cek ke KPK,” kata Eko kepada detikcom.

Eko mengatakan informasi yang ada masih simpang siur. Dia juga menunggu informasi resmi dari KPK. “Karenanya saya kirim biro hukum saya untuk mengetahui secara pasti,” ucapnya.
__________

Badan nang lapas


KPK Tangkap Auditor Utama BPK

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas lembaga antirasuah itu.
Agus tidak menampik KPK menangkap auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Agus akan memberikan penjelasan secara rinci mengenai OTT tersebut.
“Tunggu konpers (konferensi pers) besok,” kata Agus Rahardjo saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (26/5/2917).

Baca: BREAKING NEWS: KPK Dikabarkan Tangkap Pejabat BPK

Berdasarkan informasi, sang auditor ditangkap usai terjadi serah terima uang.
Juru Bicara KPK Febri mengatakan pihaknya memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status yang ditangkap.

“Namun tentu kami harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ada waktu maksimal 1 x 24 jam. Akan disampaikan perkembangannya,” kata Febri saat dihubungi terpisah.

http://m.tribunnews.com/nasional/2017/05/26/kpk-tangkap-auditor-utama-bpk

Wahhh, auditor utama BPK keciduk KPK


Suaminya Tepergok Chat Mesum Dan Kirim Foto Begini Ke Wanita Lain

TRIBUN-BALI.COM –

Elly Sugigi mengaku bahwa suaminya, Ferry Anggara pernah kepergok melakukan komunikasi menggunakan pesan singkat WhatsApp dengan wanita lain.
Bahkan, menurut wanita 45 tahun ini, suaminya melakulan chat porno dengan wanita tersebut.
“Saya memaafkan Ferry meski ketahuan WhatsApp-an dengan wanita lain. Di pesan itu, Ferry dikirimin foto telanjang sama ceweknya aja saya maafin. Sampai Ferry kirim foto kemaluannya saya maafin. Saya enggak masalah,” ungkap Elly Sugigi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).
Namun, hal yang membuat Elly Sugigi geram dan menggugat cerai, karena Ferry Anggara membatalkan kontrak pekerjaan syuting, di mana ia sendiri yang menjadi lawan mainnya.

Seperti diketahui Ely Sugigi telah resmi menggugat cerai suaminya, Ferry Anggara.
Sidang cerai perdananya pun digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017), yang beragendakan mediasi.
Meski Ely Sugigi menggugat cerai, ia rupanya masih memberikan uang makan kepada Ferry Anggara.
Koordinator penonton bayaran itu merasa iba melihat suaminya hanya tinggal sendiri di Jakarta.
“Saya masih kasih uang makan Rp 100 ribu buat dua hari, ya cukuplah buat makan. Saya ngasih dia karena kasihan aja sama dia, dia enggak punya saudara di sini, hidup sendirian, kalau dia putus asa gimana,” ungkap Elly Sugigi.
Pesinetron Anugerah Cinta itu juga mengatakan masih berbagi rejeki kepada Ferry.

====================================

chat mesum. awas di tangkep


Panglima TNI Beberkan Kronologi Terbongkarnya Kasus Heli AW 101

Panglima TNI Beberkan Kronologi Terbongkarnya Kasus Heli AW 101

Jakarta – Penyidik Puspom TNI menetapkan tiga orang tersangka dari unsur militer dalam dugaan korupsi pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Penyimpangan terbongkar setelah TNI melakukan penyelidikan internal dan menggandeng KPK. “Presiden memerintahkan kejar terus panglima, kita sekarang sedang berusaha mengumpulkan tax amnesty, maka saya berjanji kepada presiden, saya akan membentuk tim investigasi,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017).Berikut perjalanan pengungkapan kasus heli angkut AW 101 untuk TNI AU yang dipaparkan Panglima TNI:
– 3 Desember 2015Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo menurut Gatot meminta agar pembelian Heli AW 101 ditunda karena kondisi perekonomian Indonesia. “Presiden menyatakan kondisi ekonomi saat ini belum benar-benar normal maka pembelian helikopter AW belum dapat dilakukan, tetapi apabila kondisi ekonomi seperti saat ini sudah lebih baik lagi, maka bisa beli,” ujar Gatot.
– 23 Februari 2016Presiden Jokowi dalam beberapa kali rapat terbatas termasuk tanggal 23 Februari 2016 memberikan arahan meminta agar seluruh kementerian dan lembaga menggunakan produk dalam negeri.
– 12 April 2016Seskab mengirimkan surat ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) mengenai perkiraan realisasi pengadaan alutsista tahun 2015-2019. Salah satu pokok isinya mengenai rencana pengadaan alutsista TNI AU buatan luar negeri.”Pengadaan alutsista TNI sebagai bagian peralatan pertahanan dan keamanan harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya UU 16 tahun 2012 tentang industri pertahanan, pengadaan Alpalhankam (alat peralatan pertahanan dan keamanan) produk luar negeri hanya dapat dilakukan apabila belum dapat diproduksi industri dalam negeri,” terang Gatot.
– 29 Juli 2016Pada tanggal ini menurut Gatot, perjanjian antara TNI Mabes AU dengan PT Diratama Jaya Mandir tentang pengadaan helikopter angkut AW 101 diteken.
– 14 September 2016Gatot kemudian menyurati KSAU untuk melakukan pembatalan pembelian heli angkut AW 101.
– 29 Desember 2016Panglima TNI membuat surat perintah tentang tim investigasi pengadaan pembelian Heli AW 101. Proses investigasi awal diserahkan ke KSAU pada bulan Januari 2017.
– Akhir Januari 2017KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan 1 helikopter AW-101 datang tetapi tidak diterima sebagai kekuatan TNI AU.”Namun kenyataannya 2017, heli datang pada akhir Januari, tapi 1 heli itu belum kita terima sebagai kekuatan AU sehingga yang ada hanya 1 versi militer yang speknya belum memenuhi fleksibilitas itu,” kata Hadi.
– 24 Februari 2017KSAU mengirimkan hasil investigasi. Dari hasil ini, Panglima TNI memutuskan bekerja sama dengan Polri, BPK, PPATK dan KPK.Dalam kasus ini POM TNI bersama KPK memeriksa sejumlah saksi yakni 6 orang dari pihak militer dan 7 orang sipil nonmiliter. Selain itu disita juga uang dari rekening BRI penyedia barang. Kemudian ditetapkan tiga orang tersangka yakni Marsma TNI FA yang bertugas pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa: kedua Letkol WW, sebagai pejabat pemegang kas dan tersangka ketiga adalah Pelda SS yang diduga menyalurkan dana-dana terkait pengadaan ke pihak-pihak tertentu.Sedangkan dari penghitungan sementara, ditemukan potensi kerugian negara sekitar Rp 220 miliar.”Dari hasil penyelidikan POM TNI bersama-sama KPK dan PPATK terhadap dugaan penyimpangan pengadaan helikopter AW 101 TNI AU,” sebut Gatot. (fdn/fjp)
Panglima TNI Beberkan Kronologi Terbongkarnya Kasus Heli AW 101
https://m.detik.com/news/berita/3512299/panglima-tni-beberkan-kronologi-terbongkarnya-kasus-heli-aw-101

ncang arto bilang militer tanpa berpolitik itu ibarat kip zonder kop

rising star lah ini gatot

klo dicapreskan bakal banyak yg kelojotan muntah darah


Kasus Korupsi Heli AW 101, 4 Lokasi Digeledah Tim KPK-TNI

Kasus Korupsi Heli AW 101, 4 Lokasi Digeledah Tim KPK-TNI

Jakarta – Pusat Polisi Militer (Puspom TNI) telah menetapkan 3 tersangka berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Penggeledahan pun sudah dilakukan.”Terus terang saya sampaikan 2 hari yang lalu, kita melakukan, yang melakukan penggeledahan teman-teman dari Pom TNI, kita mem-backup. Itu dilakukan penggeledahan di 4 lokasi, antara lain kantor PT Diratama Jaya Mandiri di Sentul, kemudian di Bidakara ada rumah saksi, swasta di Bogor, kemudian rumah swasta di Sentul City,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017).Menurut Agus, nantinya hasil penggeledahan itu bisa membantu KPK pula untuk mengembangkan penyelidikan yang saat ini dilakukan. Agus mengatakan, perihal kasus itu, Puspom TNI menangani tersangka dari pihak militer, dan KPK mengusut pihak swastanya.”Jadi, oleh karena itu, ini masih memerlukan pendalaman karena yang akan dirangkai untuk melanjutkan kasus ini,” ucap Agus.Di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya mengumumkan penetapan 3 tersangka dari unsur TNI terkait dengan kasus itu. Gatot menyebut 3 orang itu diduga melakukan penyimpangan dalam pengadaan heli tersebut.Ketiga tersangka tersebut adalah Marsma TNI FA, yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa; Letkol BW, sebagai pejabat pemegang kas dan tersangka; serta Pelda SS, yang diduga menyalurkan dana-dana terkait dengan pengadaan kepada pihak-pihak tertentu. (dhn/fjp)
Kasus Korupsi Heli AW 101, 4 Lokasi Digeledah Tim KPK-TNI
https://m.detik.com/news/berita/3512210/kasus-korupsi-heli-aw-101-4-lokasi-digeledah-tim-kpk-tni


(Hot Nyus BERITA PENTING !!) Ribuan Kodok Milik Jokowi Mati Diterkam Biawak

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, Presiden Joko Widodo gemar memelihara kodok.
Kodok-kodok itu dipelihara di dalam kolam ikan rumah dinas gubernur DKI di depan Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat.
Jumlah kodoknya banyak. Berwarna hijau tua serta berukuran besar-besar.
Bagi Jokowi, suara kodok menghantarkannya pada suasana desa yang tenang. Apalagi, kala hujan.
Nasib kemudian membawa Jokowi menjadi orang nomor satu di Indonesia. Di sekitar Paviliun Bayu Rini, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, tempat tinggalnya sehari-hari, Presiden Jokowi tetap saja mendambakan suara alam.
Ia melepasliarkan kodok-kodok di sekitar tempat tinggalnya.
Dalam sebuah makan malam bersama wartawan, Jokowi mengungkapkan bahwa ada dua ribuan kodok yang ia lepas di sekitar rumahnya yang jadi satu dengan Kebun Raya Bogor.

Presiden Joko Widodo dibantu petugas kebun melepaskan biawak yang terjebak di saluran penyaringan air usai melepaskan berbagai jenis burung dan kodok di sela waktu senggangnya di Komplek Kebuk Raya Bogor, Minggu (3/1/2015).(TRIBUNNEWS/PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO)
Namun, belakangan suara kodok di kediamannya perlahan-lahan menghilang. Usut punya usut, rupanya, biawak yang menjadi penyebabnya.
“(Awalnya kodoknya) ada ribuan. Buanyak sekali. Ya, tetapi kodoknya habis dimakan biawak,” cerita Jokowi ketika diwawancara Rosiana Silalahi dan ditayangkan di Kompas TV, Kamis (25/5/2017) malam.
Meski demikian, Jokowi tidak terlalu risau. Kala hujan, ia masih sedikit mendengar ocehan kodok.
Mungkin kodok itu takut diterkam biawak jika bersuara terlalu lantang. Lagipula, menurut Jokowi, redupnya suara kodok tidak membuat nuansa alam hilang seluruhnya dari kediamannya itu.
“Kalau pagi tetap sangat sejuk, banyak burung. Kalau sore juga sama. Sejuk, banyak burung. Di sini kalau kita lihat hewan-hewan, rusa mungkin ada lebih dari 700 ekor, ada kambing yang kita pelihara, ada ikan yang kita pelihara, ada ayam banyak yang kita pelihara,’ ujar Jokowi.
Tinggal di Istana Bogor, diakui Jokowi, memang lebih tenang dibandingkan tinggal di Jakarta. Jauh dari bising suara knalpot, jauh dari polusi dan yang terpenting jauh dari panasnya suhu politik Jakarta.
Dengan suasana yang tenang, Jokowi lebih jernih melihat satu persoalan. Dengan demikian, keputusan-keputusan penting yang diambilnya, tidak hanya adil, namun juga diharapkan bermanfaat bagi rakyat.
“Apalagi memutuskan hal-hal yang sangat penting bagi negara. Ini perlu sebuah pikiran yang mengendap. Perlu sebuah pikiran jernih. Sehingga, jangan sampai memutuskan pada posisi yang keliru,” ujar Jokowi.

Menurut Presiden Joko Widodo, komunikasi dengan rakyat tidak harus langsung bertemu, melainkan di zaman yang modern dapat pula dilakukan dengan cara vlog.(Kompas TV)