Pengurus Dan Kader PKS Se-Bali Mundur, Ini Tanggapan DPP PKS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jajaran pengurus dan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seluruh Bali disebut mengundurkan diri dari keanggotaan PKS, Jumat (28/9). Ratusan perwakilan anggota dari delapan kabupaten dan kota di Pulau Bali juga telah menandatangani surat pernyataan berhenti dari keanggotaan di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Bali.

Ketua DPP PKS Ledia Hanifa yang dikonfirmasi mengenai kebenaran pengunduran kader PKS se-Bali tersebut mengaku baru mendengar kabar tersebut. Karenanya, ia ingin terlebih dahulu mengecek informasi tersebut.

“Nanti saya cek dulu ya. Saya sendiri juga baru denger kabarnya, karena kemarin saya dapat musibah, jadi tidak konsentrasi ke situ,” ujar Ledia saat dihubungi wartawan, Jumat (28/9).

Ia pun enggan menjelaskan lebih jauh saat ditanyai terkait mundur kader PKS se-Bali karena alasan kekecewaan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS dianggap bersikap otoritarianisme yang menabrak anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kepartaian. Sikap otoritarianisme DPP dinilai saat melakukan pergantian sepihak dan mendadak pimpinan PKS di wilayah Bali.

“Kalau pergantian pengurus itu memang biasa. cuma sebetulnya seperti apa saya belum tau, makanya saya mohon waktu buat cek itu dulu,” kata Ledia.

Sebelumnya, Ketua DPW PKS Bali, Mudjiono mengatakan, pengunduran diri seluruh kader PKS di Bali tersebut dikarenakan kekecewaan atas sikap otoritarianisme Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kepada kader. Karenanya, ada lebih dari 4.800 kader PKS seluruh Bali dan dipastikan hampir 90 persennya mengundurkan diri.

“DPP menabrak AD/ ART dan melakukan persekusi terhadap kader-kader yang dituduh tidak loyal,” kata Mudjiono dijumpai Republika.co.id, Jumat (28/9).

Mudjiono menceritakan pada Kamis (28/9) sekitar pukul 16.14 WITA, dirinya dan jajaran pengurus wilayah mendadak diundang melalui pesan berbasis aplikasi Whatsapp untuk menghadiri pelantikan pengurus baru pukul 20.00 WITA. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi pimpinan daerah yang sah terkait penggantian sepihak dan mendadak kepengurusan oleh DPP.

“Tak ada sedikitpun pemberitahuan dari yang melantik dan yang akan dilantik. Tentu saja ini masalah bagi saya dan organisasi. Saya tak mengetahui alasan pusat memberhentikan secara sepihak,” ujarnya.

https://m.republika.co.id/amp_version/pfrngl335

Alhamhdulilah
Masyarakat Sudah Semakin Cerdas Dengan Meninggalkan PKS


[Breaking News] Gempa 7,7 SR Terjadi Tsunami, Air Laut Masuk Permukiman Palu

Solopos.com, PALU — Tsunami mulai terjadi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Air laut memasuki permukiman penduduk di dekat pantai.

Bahkan air memasuki Masjid Al Hairat, di Jalan Sis Al Jufri, Palu, Sulteng. Breaking News Metro TV menayangkan video eksklusif kepanikan warga saat air laut naik.

Dilaporkan pula, jaringan telekomunikasi di Palu terputus. Sebagaimana diketahui Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB, terjadi gempa 7,7 SR di Donggala, Sulteng.

Kepala Basarnas,Marsekal MAdya M Syaugi, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim SAR dari Palu sudah menuju ke Donggala. ‘Butuh waktu tiga jam karena jalan berkelok-kelok.”

Dilaporkan Okezone.com, gempa 7,7 SR berpotensi tsunami di beberapa daerah di Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Barat menyiagakan diri akan tsunami.

Tokopedia
Dari laporan BMKG, potensi tsunami tersebut membuat Donggala bagian Barat dalam status Tsunami dan Donggala bagian utara masuk status waspada Tsunami.

Sementara Mamuju bagian Utara, Sulawesi Barat juga mengalami dampak gempa dan kini tengah dalam status waspada tsunami. Pun dengan Kota Palu bagian barat yang juga menerapkan waspada tsunami.

Seperti diketahui, gempa kembali mengguncang Donggala, Sulawesi Selatan. Gempa kali ini berkekuatan 7,7 Skala Ritcher (RS) sekira pukul 17.02 WIB.

Berdasarkan dari situs BMKG, gempa berpusat di koordinat 0,18 Lintang Selatan-119,85 Bujur Timur atau berjarak 27 kilometer arah barat laut Donggala.

http://m.solopos.com/news/read/20180928/496/942668/gempa-77-sr-terjadi-tsunami-air-laut-masuk-permukiman-palu

Telah terkonfirmasi terjadinya Tsunami setelah gempa di Palu dan Donggala

Kabar sementara satu keluarga terdiri dari 5 orang hilang… dan kemungkinan korban akan terus bertambah


Usai Gempa, Tsunami Terjang Palu Sulawesi Tengah

Jakarta – Gelombang tsunami menerjang Palu, Sulawesi Tengah. Tsunami ini terjadi usai gempa bumi terjadi di Palu dan Donggala.

“Memang benar tsunami terjadi di Palu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Jumat (28/9/2018).

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait pukul berapa tsunami ini terjadi, juga berapa tinggi gelombang tsunami ini. Tsunami ini menerjang Pantai Talise, Palu.

“Dampaknya juga belum bisa tahu, karena komunikasi putus semuanya,” kata Sutopo.

Donggal diguncang gempa 7,7 SR. Palu juga diguncang gempa 5,9 SR. (dnu/jbr

https://m.detik.com/news/berita/d-4233739/usai-gempa-tsunami-terjang-palu-sulawesi-tengah

Semoga tidak banyak dan tidak ada korban jiwa


22 Kepala Daerah Jabar Pastikan Dukung Jokowi-Ma’ruf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Sebanyak 22 kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, pada Pemilu Presiden 2019. Dukungan bersifat pribadi bukan secara kelembagaan.

“Dukungan ini secara pribadi, bukan secara kelembagaan dari bupati/wali kota atau wakil bupati/wakil wali kota,” kata Dedi Mulyadi, Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi Widodo atau Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, di Bandung, Jumat (21/9).

Dia mengatakan hanya ada lima kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat yang tidak mendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Yakni kepala daerah Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kota Bandung dan Kota Depok.

Ia juga akan terus berkomunikasi dengan kepala daerah yang diusung oleh partai oposisi seperti Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana agar menjatuhkan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf. “Saat Bu Cellica mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang saya mendukungnya secara personal dan menang. Wajar jika saat ini saya ajak dia secara personal,” kata dia.

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan konsolidasi internal kelembagaan untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf. “Hari ini selesai dari aspek administrasi kita berkirim surat ke KPU Jawa Barat terkait susunan tim kampanye, seperti bendahara tim kampanye yang dijabat oleh Pak Waras. Jadi, regulasi mulai berjalan hari ini,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan fokus menggerakkan aspek sosial kultural atau pendekatan kerakyatan berbasis kebudayaan yakni dengan merekrut sejumlah tokoh masyarakat, seniman, budaya di Jawa Barat untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Ia mengatakan susunan Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan capres dan cawaprew Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat juga menempatkan tokoh dan figur publik terkemuka.

Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Erick Thohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja dan sekretaris TKN Koalisi Indonesia Kerja, Hasto Kristiyanto. Pada dewan penasihat tercantum tokoh senior Jawa Barat yang juga mantan Gubernur Jabar Solihin GP alias Mang Ihin dan Danny Setiawan.

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/09/21/pfe7w5328-22-kepala-daerah-jabar-pastikan-dukung-jokowimaruf

NGUEHEHEH


Pagar Yang Blokade Rumah Khotijah Akhirnya Dibongkar

Hore, Pagar yang Blokade Rumah Khotijah Akhirnya Dibongkar
Tembok yang memblokade rumah Khotijah dibongkar sebagian (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang – Pagar setinggi 2 meter yang sudah 7 bulan memblokade rumah Siti Khotijah (35), akhirnya dibongkar. Meski hanya sebagian yang dibongkar, namun keluarga Khotijah cukup senang.

Kedatangan sejumlah orang sekitar pukul 14.00 WIB, sungguh tak disangka oleh Khotijah. Menggunakan palu, 2 tukang bangunan merobohkan sebagian pagar yang sejak Februari 2018 lalu menutup rumahnya.

“Saya tadi sedang santai di dalam rumah, tiba-tiba datang polisi dua orang, Babinsa satu orang, pegawai kecamatan tiga orang, beserta Pak Kades dan Pak Seger datang untuk membongkar pagar ini,” kata Khotijah kepada detikcom, Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Rumah Diblokade Tetangga, Khotijah Tolak Mediasi

Hore, Pagar yang Blokade Rumah Khotijah Akhirnya Dibongkar SebagianFoto: Enggran Eko Budianto
Pagar sepanjang 6 meter itu hanya dibongkar sebagian oleh tukang bangunan suruhan Kades Sudimoro. Lebar pagar yang dibongkar hanya sekitar 1 meter tepat di depan pintu rumah Khotijah.

Kendati begitu, pembongkaran pagar ini membuat Khotijah dan keluarganya senang. Seperti yang dikatakan kakak kandungnya, Siti Utami (42).

“Saya ikut senang karena adik saya sudah punya akses jalan meski hanya satu meter. Untuk lewat sepeda motor sudah muat,” ungkapnya.

Kendati begitu, lanjut Utami, pembongkaran pagar ini tak akan menghentikan gugatan terhadap Seger (61). Pihaknya tetap menuntut tanah warisan orang tuanya yang diklaim oleh Seger, dikembalikan.

Baca juga: Nestapa Khotijah yang Diblokade Tetangganya Terdengar Sampai Pemkab

“Walaupun dibongkar, gugatan kami di Pengadilan Jombang tetap lanjut. Senin minggu depan sidang dilanjutkan,” terangnya.

Rumah Khotijah diblokade tetangganya, Seger sejak Februari 2018. Seger membangun pagar setinggi 2 meter di depan rumah Khotijah. Tak pelak akses keluar-masuk rumah keluarga ini menjadi terbatas.

Hanya tersisa celah kurang dari 0,5 meter antara pagar yang dibangun Seger dengan tembok rumah kakak Khotijah, Siti Utami (42). Sebagai alternatif jalan, Khotijah menjebol tembok belakang rumah kakaknya. (Enggran Eko Budianto/iwd)

https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4233348/hore-pagar-yang-blokade-rumah-khotijah-akhirnya-dibongkar

Ntapzzx


SBY Minta Maaf Ke Jokowi, PDIP: Andi Arief Keblinger Dan Kebablasan

Jakarta – Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf ke Presiden Joko Widodo dan Jaksa Agung M Prasetyo terkait cuitan Andi Arief. PDIP angkat bicara soal itu.

“Kami menghormati sikap Pak SBY. Permintaan maaf yang tulus adalah pelumas demokrasi yang sehat dan rasional,” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom, Jumat (28/8/2018).

Hendrawan lalu menyoroti soal cuitan Wasekjen PD Andi Arief yang berawal dari pindahnya kader Demokrat ke NasDem. Andi Arief menuding eks Ketua DPD PD Sulut, Vicky Lumentut loncat ke NasDem karena tersandera kasus hukum. Ia lalu mencuitkan tagar 2019GantiPresiden.

“Kami selalu memerintahkan kader kami untuk santun dalam berpolitik, mengarusutamakan narasi dan diksi yang cerdas, tidak menyakiti dan provokatif,” ucap Hendrawan.

Baca juga: Andi Arief Ngetweet 2018GantiPresiden, SBY Minta Maaf ke Jokowi

“Andi Arief ini ceplas-ceplos. Terkadang komentar dan pemikirannya menyentak, meski sering kurang argumentatif. Tipe politisi begini, yang spontan dan orisinal, ikut meramaikan panggung politik kontestasi,” imbuhnya.

Meski begitu, Hendrawan mengingatkan, elite partai tetap harus mengedepankan etika dalam berpolitik. Cuitan Andi Arief bukan kali pertama menjadi kontroversi.

“Tapi saya berharap hendaknya tetap menjaga fatsoen dan etika politik yang sedang sama-sama kita bangun/perkuat,” ucap Hendrawan.

Sementara itu menurut Ketua DPP PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira menilai permintaan maaf SBY ke Jokowi wajar. Ia menilai pernyataan Andi Arief sudah kelewatan dalam tudingannya ke Jokowi dan Jaksa Agung M Prasetyo.

“Cuitan AA (Andi Arief) itu kebablasan kalau mengaitkan Jokowi pindahnya kader PD ke NasDem. Ketidakmampuan PD membina kadernya menjadi kader yang loyal, menyalahkan Jokowi itu benar-benar keblinger dari seorang AA,” ucap Andreas dikonfirmasi terpisah.

“Sehingga sangat pantas kalau SBY meminta maaf pada Jokowi atas kelakuan kadernya yang berkomentar sembrono seperti itu,” imbuhnya.

Andreas juga mengapresiasi sikap SBY kali ini. Ia berharap ke depan tak perlu ada tudingan lain dari pihak Demokrat ke Presiden Jokowi.

“Apresiasi kepada Pak SBY yang kali ini ‘gentle man’ meminta maaf pada Jokowi. Semoga ke depan tidak terjadi lagi,” sebut Andreas.

Baca juga: Jaksa Agung Tantang Demokrat Soal Tuduhan Jadi Alat Politik NasDem

Sebelumnya diberitakan, Andi Arief meramaikan cuitan politikus Demokrat lainnya, Yan Harahap. Tudingan juga menyerang Kejagung, yang kini dipimpin eks kader NasDem, Jaksa Agung M Prasetyo.

“Ketua DPD Demokrat Sulut, Vicky Lumentut membelot ke NasDem. Sebelumnya ia diduga terkait kasus dana banjir yang sedang diusut Kejagung. Pola yang selalu tersaji,” cuit Yan Harapap di Twitter, seperti dilihat detikcom, Jumat (28/9).

Andi Arief lalu meneruskan isu itu. Ia juga ikut membawa nama Presiden Joko Widodo.

“Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal Jaksa Agung jadi alat politik NasDem, saya menyerukan tagar 2018gantipresiden,” cuit Andi di akun Twitter-nya, hari ini. (elz/fjp)

https://m.detik.com/news/berita/d-4233569/sby-minta-maaf-ke-jokowi-pdip-andi-arief-keblinger-dan-kebablasan

udah jelas kan .. Orang orang seferti ini ama sukro and ferdinand yg bikin bemokrat terlihat seferti samfah