Perayaan Natal Demokrat, SBY: Kita Harus Bisa Kelola Perbedaan

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal kebhinnekaan di Indonesia. SBY ingin perdamaian dan kasih sayang dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

SBY mengatakan, setiap agama mengajarkan sikap saling berbagi kasih dengan umat agama lain. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk saling membenci dan menindas.

“Agama mengajarkan persaudaraan sejati bagi umat manusia. Agama mendorong umatnya untuk saling menyayangi dan mengasihi, serta berbudi luhur,” ujar SBY dalam sambutannya di acara perayaan ‘Natal Nusantara’ Partai Demokrat di JCC Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017) malam.

SBY juga menyampaikan rasa syukurnya karena perayaan Natal di Indonesia pada 25 Desember 2016 lalu berjalan aman dan kondusif. Dia berharap, hal itu mampu memupuk kepercayaan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, aman, dan damai jika bersatu.

“Di tengah tantangan untuk mewujudkan masyarakat aman, tenteram, dan damai, kita harus bisa mengelola perbedaan berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Meningkatkan tenggang rasa adalah sesuatu yang mutlak. Kita tidak boleh tercabik oleh kekerasan dan perbedaan,” imbuhnya.

https://m.detik.com/news/berita/d-3402166/perayaan-natal-demokrat-sby-kita-harus-bisa-kelola-perbedaan?_ga=1.66130542.1393277222.1481947485

===============******================
Tidak memilih jokowi…silahkan
Tidak memilih ahok …silahkan

Asalkan jangan menjadi benci yang membabibuta…karena itu kebodohan
Kebodohan adalah komoditas yg dikelola oleh pihak2 yg berhati jahat.

Nasbung sudah terlanjur membenarkan SBY dan FPI
Nasbung sudah terlanjur mengharamkan Natal
TERNYATA OH TERNYATA

SBY ikut NATAL bersama
Agus juga ikut
sillpi juga ikut

==========*****==========
Admin kalo maintenis kaskus…fitur copy pste link via mobile ..ga jalan


Dua Napi Kabur Dari Nusakambangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua napi kasus narkotika dilaporkan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kepala Lapas Batu Abdul Aris mengakui jika ada dua napi yang kabur dan saat ini masih dalam pencarian petugas gabungan

“Selain petugas lapas, upaya pencarian kuga melibatkan petugas Polres Cilacap, Kodim 0703/Cilacap, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kopassus, dan masyarakat sekitar,” katanya, Sabtu (21/1).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telahmenyebarkan foto dan identitas dua napi yang kabur agar mudah dikenali oleh masyarakat. “Mudah-mudahan dapat segera ditemukan,” katanya.Informasi yang dihimpun, dua napi kasus narkotika yang kabur bernama M Husein (43) dan Syarjani Abdullah (40). Mereka dinyatakan kabur dari Lapas Batu pada hari Sabtu (21/1), pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, dua napi tersebut masih terlihat melaksanakan salat Zuhur di Masjid Lapas Batu pada pukul 12.00 WIB. Akan tetapi saat dilakukan pengecekan oleh petugas jaga pada pukul 14.00 WIB, kedua napi tersebut tidak ada di kamar masing-masing

.Petugas juga mengecek melalui kamera pengintai (CCTV) di Pos Wijayapura namun sejak pukul 13.20 WIB hingga pukul 16.00 WIB tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan dua napi tersebut. Oleh karena itu, petugas gabungan melakukan penyisiran melalui jalur darat maupun perairan guna mencari dua napi yang kabur.

M Husein yang merupakan warga Punti Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Kab. Aceh Utara, Aceh, dihukum 13 tahun penjara karena kasus narkoba.
Sementara Syarjani Abdullah yang tercatat sebagai warga Jalan Asem RT 01 RW 02, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, merupakan terpidana seumur hidup atas kasus narkoba.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/01/21/ok4siy335-dua-napi-kabur-dari-nusakambangan

penjara selevel nusa kambangan kok bisa kecolongan, yg kabur pasti jago berenang or punya bekingan.


Inilah Daftar Peserta Piala Presiden 2017

Turnamen pramusim Piala Presiden akan digelar pada akhir Februari 2017.

Turnemen pemanasan sebelum Indonesia Super League (ISL) 2017 tersebut akan diikuti oleh 20 tim unggulan tanah air.

18 klub ISL dan 2 klub dari Divisi Utama. Nantinya, para peserta akan dibagi menjadi lima wilayah. Meliputi wilayah Bali, Kalimantan, Madura, Bandung dan Malang.

Dari 20 tim tersebut akan dibagi 5 group dengan masing-masing 4 tim per group.

Tiga tim yang perain poin tertinggi akan masuk ke babak 8 besar. Di babak ini pertandingan akan di lakukan home and away atau Kandang dan Tandang.

Inilah daftar 20 peserta Piala Presiden 2017 :

1. Arema FC
2. Persipura Jayapura
3. Madura Unitef FC
4. Bhayangkara FC
5. Mitrakukar
6. Persela Lamongan
7. Persegres Gersik United
8. Perseru Serui
9. Persiba Balik Papan
10. Persib Bandung
11. Persija Jakarta
12. Bali United FC
13. Barito Putera
14. PS TNI
15. PSM Makassar
16. Pusamania BorneobFC
17. Semen Padang
18. Sriwijaya FC
19. PSS Sleman
20. PSCS Cilacap


Kubu Ahok Bantah Didukung Presiden Jokowi Dan Konglomerat

Kubu Ahok Bantah Didukung Presiden Jokowi dan Konglomerat

TEMPO.CO, Jakarta – Kubu pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat membantah tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, yang menyebut ada sosok Presiden Joko Widodo yang mendukung Ahok-Djarot.

“Saya pikir itu tidak benar ya. Pemerintah itu netral dalam hal pilkada DKI,” kata Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Jerry Sambuaga, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 21 Januari 2017.

Jerry juga membantah adanya pihak konglomerasi di balik pasangan inkumben tersebut. Sebabnya, pasangan Ahok-Djarot merupakan satu-satunya yang mengadakan penggalangan dana ke publik dan dilakukan secara terbuka. Menurut dia, hal itu bisa dibuktikan dengan antusias masyarakat yang datang ke Rumah Lembang, posko pemenangan Ahok-Djarot.

“Masyarakat begitu antusias datang menyumbang mulai dari Rp 15 ribu sampai berapa juta. Artinya kami salah satu pasangan yang berkomitmen mengedepankan dana transparan, tidak didukung oleh konglomerasi seperti Bang Ferry bilang,” kata dia.

Ferry sebelumnya menuding Presiden Joko Widodo tidak bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017, dan cenderung mendukung pasangan inkumben. “Sangat tidak netral. Saya mau buktikan bahwa presiden enggak netral. Apalagi, misalkan, sebagai pasangan bekas gubernur-wakil gubernur, pasti ada urusannya. Pak Jokowi pasti lebih nyaman kalau yang nanti menang pilkada namanya Ahok,” kata Ferry di tempat yang sama.

Ferry juga menganggap ada konglomerasi yang berada di belakang pasangan inkumben itu. Menurut dia, hal itu dibuktikan sewaktu Ahok masih aktif menjabat sebagai gubernur, dan sering memberikan kebijakan yang menguntungkan pada perusahaan properti, khususnya soal reklamasi.

Dia mengatakan, ada sejumlah bukti dalam persidangan di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, yang menunjukkan ada hubungan tak terpisahkan antara Ahok dengan perusahaan properti seperti Agung Podomoro dan Agung Sedayu. Ia juga melihat hubungan itu terintegrasi dengan Presiden Jokowi yang merupakan mantan Gubernur Jakarta.

“Saya melihat bahwa sangat erat kaitannya keinginan perusahaan properti itu berkepentingan supaya Ahok jadi gubernur, karena harus mengamankan proyek reklamasi yang sudah terlanjur diinvestasikan dengan nilai sangat besar,” ujarnya.

FRISKI RIANA

https://m.tempo.co/read/news/2017/01/21/304838428/kubu-ahok-bantah-didukung-presiden-jokowi-dan-konglomerat


Penyidikan Sylvi, Polisi: Ada Penyimpangan, Bukan Jokowi

Jakarta- Mabes Polri gerah dengan manuver yang dilakukan calon Wakil Gubernur Jakarta Sylviana Murni. Sylviana melontarkan pernyataan bahwa pemanggilannya semestinya tidak berkaitan dengan Bansos Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kwarda Pramuka 2014 dan 2015.

Menurut Sylvi dana bansos tersebut adalah dana hibah, usai dicecar pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri selama tujuh jam Jumat (20/1) kemarin.

Sylvi juga menyatakan bahwa dana itu berdasarkan SK Gubernur nomor 235 tahun2014 tertanggal 14 Feruari. SK itu, menurutnya, ditandatangani oleh Gubenur DKI Jakarta masa itu yakni Joko Widodo.

“Dapat kami jelaskan bahwa penggunaan kata “dana bansos” tersebut berdasarkan laporan informasi Informasi pengaduan masyarakat yang masuk yang menyatakan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penggunaan dana bansos di Kwarda DKI Jakarta,” kata Karo Pemnas Polri Brigjen Rikwanto melalui keterangan, Sabtu(21/1).

Laporan tersebut yang lalu digunakan sebagai dasar diterbitkan sprin penyelidikandan selanjutnya juga tertera dalam surat panggilan.Dalam proses lidik saat memeriksa Sylvi, Rikwanto melanjutkan, baru terungkap dana yang diterima oleh Kwarda DKI bukan bersumber dari dana bansos melainkan bersumber dari dana hibah.

“Presiden Jokowi yang saat itu menjabat selaku gubernur, tidak perlu dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan adanya SK pemberian dana hibah kepada Kwarda DKI Jakarta. Proses penyelidikan saat ini difokuskan pada dugaan adanya penyimpangan pada penggunaan dan pertanggungjawaban dana hibah yang telahditerima oleh Kwarda DKI,” tegas Rikwanto.

Pendek kata, SK pemberian dana hibah olehJokowi dimata polisi tidak ada masalah yang menjadi permasalahan adalah penggunaannya.

http://m.beritasatu.com/megapolitan/410428-penyidikan-sylvi-polisi-ada-penyimpangan-bukan-jokowi.html


Evaluasi Debat: Agus Mengutamakan Diri Sendiri, Sylvi Kebanyakan Prolog

JawaPos.com -Debat putaran pertama kandidat Pilgub DKI Jakarta pekan lalu masih ramai

Untuk Agus, kata Monica, terlalu banyak menggunakan kata ‘saya’ ketika menyampaikan visi misi serta programnya.”Itu verbal style-nya. Di sini bisa dilihat ternyata kamu (Agus) kalau ada apa-apa selalu mengutamakan diri sendiri. Padahal ini kerja tim,” ujar Monica usai mengikuti sebuah diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1).

Sementara untuk pasangannya Sylvi dinilai terlalu banyak mengutarakan kalimat retoris. Sehingga, waktu yang disediakan moderator untuk menjelaskan gagasannya tidak dimanfaatkan dengan baik.

Jadi seperti story telling. Prolognya itu terlalu banyak sehingga masyarakat juga capek. Kan waktunya terbatas. Itu yang perlu diperbaiki dari situ,” pungkas Monica.

http://www.jawapos.com/read/2016/02/06/17397/sssttt-diam-diam-ridwan-kamil-temui-prabowo-dan-arb-

nah loh…….