Man City Layangkan Tawaran 113 Juta Pounds Untuk Mbappe (Striker AS Monaco)

Man City Layangkan Tawaran 113 Juta Pounds untuk Mbappe (Striker AS Monaco)

mega389 – Manchester City dikabarkan telah mengajukan penawaran yang begitu fantastis untuk mendatangkan Kylian Mbappe dari AS Monaco pada bursa transfer musim panas nanti.

Mbappe merupakan pemain 18 tahun yang bermain bagus bersama AS Monaco sepanjang musim ini. Dari 44 penampilannya di semua kompetisi, Mbappe mengumpulkan 26 gol dan memberikan 14 assist.

Berkat penampilannya ini, Monaco mengakhiri musim sebagai juara Ligue 1 dan memutus dominasi PSG dalam empat musim terakhir. Selain itu, tim yang dibesut Leonardo Jardim tersebut juga mampu melaju hingga semi final Liga Champions hingga akhirnya disingkirkan Juventus.

Performa seperti ini tentu saja tak lepas dari performa Mbappe. Wajar jika Mbappe kemudian menjadi incaran klub-klub kaya di Eropa.

Sebelumnya, Bernardo Silva, rekan satu tim Mbappe di Monaco, sudah lebih dulu resmi menjadi pemain City. Klub kaya dari Inggris tersebut sepertinya tak puas hanya mendapatkan Silva.

Menurut Telefoot, City juga ingin mendatangkan Mbappe ke Etihad Stadium. Proposal senilai 113 juta pounds telah diajukan. Mereka akan bersaing dengan Real Madrid yang juga diklaim telah mengajukan tawaran mahal. Peresmian pembelian pemain kedua musim ini diharapkan sudah bisa diumumkan City pekan depan.

Man City yang ditangani Josep Guardiola sejak awal musim ini dipercaya akan melakukan perbaikan skuat untuk menyongsong musim depan setelah tak mendapat gelar apa-apa. Di Premier League, City hanya mampu finis di peringkat tiga–tertinggal dari Tottenham dan Chelsea keluar sebagai juara.

Harapan City bermain lebih baik di Liga Champions musim ini juga tak terwujud. Musim lalu, City mampu menembus semi final tapi musim ini mereka sudah kandas di babak 16 besar karena dikalahkan AS Monaco. Maka melihat hasil musim ini, City dipercaya akan melakukan perbaikan skuat agar mampu menjadi penantang gelar.

Selain itu, City juga baru saja ditinggalkan sejumlah pemain seniornya. Mereka yang dipastikan angkat koper dari City adalah Geal Clichy, Jesus Navas, Willy Caballero, Bacary Sagna, dan Pablo Zabaletta.
(tlft/shd)

Berikut salah satu cuplikan di youtube penampilan Mbappe
youtube-thumbnail


Poso Diguncang Gempa 6,6 SR, Tak Berpotensi Tsunami

jakarta- Gempa berkekuatan 6,6 skala Richter (SR) mengguncang Poso, SulawesiTengah (Sulteng). Gempa itu tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Dilansir situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (29/5/2017), gempa itu terjadi pada pukul 22.35 Wita. Lokasi gempa berada di koordinat 1,33 LS (Lintang Selatan) dan 120,41 BT (Bujur Timur).

titik gempa berada sekitar 38 kilometer ke arah barat laut dari Poso. Kedalaman gempa berada di 10 kilometer di bawah permukaan laut.BMKG menyebut getaran gempa tidak sampai menimbulkan gelombang tsunami.Belum ada laporan adanya korban jiwa atau kerusakan akibat gempa tersebut
.(dhn/dhn)

https://m.detik.com/news/berita/d-3514663/poso-diguncang-gempa-66-sr-tak-berpotensi-tsunami?_e_pi_=7,PAGE_ID10,8023290737

moga gak ada korban jiwa


Batalnya Banding Ahok Jadi Perbincangan Media Besar Internasional… Kok Riziek Gak?

Sebuah kejutan di mana Ahok mencabut upaya banding, bukan hanya bagi publik tapi juga dunia internasional. Tak hanya media lokal saja yang memberitakannya, apa yang dilakukan Ahok ini juga diberitakan oleh media internasional.

Tercatat deretan media-media Internasional ternama yang turut memberitakan putusan Ahok untuk mencabut banding atas kasus penodaan agama yang menjeratnya antara lain Newsweek, The New York Times, Strait Times, ABC News dan Aljazeera.

Intinya media tersebut memberitakan tentang Ahok yang membatalkan pengajuan banding, dan juga terkejut dengan apa yang dilakukan Ahok ini. Yep, Ahok memang sudah menjadi sebuah fenomena bukan hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Jarang ada pejabat selain Presiden yang begitu terkenal di dunia selain Ahok ini. Sejauh yang saya simak, nama Ahok mulai berkibar sejak kasus Al-Maidah mencuat dan menjadi besar.

Ketika Ahok kalah Pilkada dan dinyatakan bersalah hingga divonis 2 tahun penjara, namanya makin mendunia. Banyak simpati dan dukungan berdatangan. Mulai dari sejak kalah Pilkada, karangan bunga yang menghiasi Balai Kota jumlahnya mencapai ribuan. Saat ditahan, relawan dan banyak orang melakukan aksi solidaritas dengan menyalakan lilin di banyak daerah di Indonesia. Bukan hanya itu, aksi serupa juga diadakan di negara lain seperti di Australia, Eropa, Asia Timur dan lainnya. Sebuah gerakan spontan yang terjadi, sekaligus bukti betapa banyaknya orang yang merasakan hasil kerja Ahok.

Saat divonis dan ditahan, banyak pihak yang tidak setuju, termasuk dari pihak luar yang memberikan simpati. Ahok dihujat dan dipenjara sebagaian orang di sini, tapi ternyata dapat banyak dukungan internasional. Banyak pemberitaan media juga membuktikan betapa besarnya nama seorang Ahok. Media besar ternama di luar negeri tentunya tidak mau repot memberitakan orang tidak penting. Ini logika yang tidak sulit untuk dipahami.

Kondisi berbeda dialami oleh Rizieq. Sejauh yang saya cek, tidak ada media besar ternama di luar negeri yang memberitakan kasus Rizieq. Padahal dia dikabarkan sedang mencari perlindungan kepada Komnas HAM dan PBB hingga harus terbang ke Jenewa, Swiss. Sepertinya media besar di luar negeri pun tahu mana yang pantas dan tidak pantas diliput. Dunia luar mungkin bisa menilai siapa yang sebenarnya benar dan siapa yang salah.

Banyak sekali guyonan yang beredar terkait ini. Jika Ahok berani menghadapi kasusnya, maka Rizieq lebih berani melarikan diri dari kasus yang menimpanya dengan alasan adanya nuansa politis dan kriminalisasi. Ahok tanpa meminta, tapi banyak bantuan dan simpati yang berdatangan baik dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan Rizieq pergi keluar negeri dan mencari bantuan lewat PBB dan mahkamah internasional. Ahok rela membatalkan bandingnya demo kepentingan bangsa, Rizieq tidak rela kasusnya diusut dengan dalih kriminalisasi. Ahok membatalkan banding salah satu alasannya karena tidak ingin terjadi bentrok yang menguras energi bangsa sedangkan Rizieq nun jauh di sana mengatakan akan revolusi putih dan mengatakan kemarahan umat akan meletus jika terus mengkriminalisasi ulama. Akso demo Ahok hanya berlangsung di Jakarta saja, di mana banyak orang dari luar daerah menuju Jakarta sedangkan aksi bela Ahok dilakukan di banyak kota di Indonesia dan belahan dunia lainnya.

Dunia tertarik dengan apa yang terjadi pada Ahok. Ini sebuah kabar bagus, apalagi banyak simpati dan dukungan internasional. Ini semua tentu saja tidak datang dengan mudah. Hasil kinerja dan etos kerjanya yang mengantarkannya hingga menjadi seperti sekarang. Sekarang Ahok sudah mengajukan pengunduran diri satu hari setelah mencabut banding. Ini artinya done atau selesai. Tak ada lagi yang perlu berspekulasi hingga saatnya dia bebas nanti. Untuk sementara, apa yang terjadi pada Ahok sudah selesai. Mari kita tunggu hingga Ahok selesai jalani masa hukumannya, dan saya yakin penyambutannya akan sangat meriah dan heboh. Pasti sangat heboh, saya yakin itu. Dan barulah kita berspekulasi lagi apa yang akan dilakukannya setelah itu. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana dengan Rizieq?
Bagaimana menurut Anda?

http://wow.tribunnews.com/2017/05/24/lagi-lagi-ahok-hebohkan-pemberitaan-media-media-internasional-usai-cabut-banding


Andi Narogong Sebut Novanto Kunci Proyek E-KTP

Andi Narogong Sebut Novanto Kunci Proyek e-KTP

Jakarta – Andi Agustinus alias Andi Narogong membantah kenal dan bagi-bagi uang terkait e-KTP ke Anggota Komisi II DPR. Namun eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, menyebut Andi Narogong mengaku utusan Komisi II saat berkenalan dengan dirinya.”Dia berkenalan sama saya, diutus oleh Komisi II,” kata Irman, terdakwa dugaan korupsi e-KTP saat diminta memberi tanggapan atas kesaksian Andi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017). Irman menyebut, Andi memberitahukan ke dirinya mengenai kunci anggaran proyek e-KTP bukan Komisi II, namun Setya Novanto. Novanto saat itu menjabat Ketua Fraksi Golkar. “Tapi Andi menyampaikan kepada saya ‘tapi Pak Irman..’, ini pak Sugiharto saksinya, ‘kunci daripada anggaran ini proyek ini nanti bukannya Komisi II, SN,” ujar Irman. “Oleh karena itu Kalau berkenan saya harus pertemukan Pak Irman, Pak Sugiharto, dan SN. Itulah awal mula pertemuan di Gran Melia. Seminggu sebelum bertemu di Gran Melia,” jelasnya.
Baca juga: Sakit Hati, Andi Narogong Menyesal Setor USD 1,5 JutaKeterangan lain dari Andi yang dibantah Irman yakni terkait tujuan Andi untuk meminta subkon di proyek e-KTP. Menurut Irman, Andi berniat menjadi koordinator dan memfasilitasi pembentukan 3 konsorsium peserta lelang. “Tadi Andi menyatakan ingin subkon, boleh ditanya kepada semua pihak, semua saksi dalam persidangan ini. Tidak pernah ada minat Andi untuk nge-sub. Minat Andi ini memang untuk menjadi koordinator dan memfasilitasi pembentukan 3 konsorsium. Yang dilaporkan ke saya itu,” tutur Irman.
Baca juga: Andi Narogong Mengaku Pernah Dilempar Piring oleh Eks Dirjen DukcapilBantahan lain juga disampaikan Irman terkait keterangan Andi yang menyebut Direktur PT Optima Infocitra Universal Dedi Apriadi sebagai keponakan Irman. “Itu sangat merugikan saya dan memfitnah saya,” tanggap Irman. Novanto sebelumnya membantah terlibat dalam kasus korupsi e-KTP saat bersaksi di Pengadilan Tipikor. Novanto mengaku tak menerima uang terkait dengan kasus korupsi tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu tentang permasalahan dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. (rna/fdn)
Terdakwa e-KTP: Andi Narogong Sebut Novanto Kunci Proyek e-KTP
https://m.detik.com/news/berita/3514501/terdakwa-e-ktp-andi-narogong-sebut-novanto-kunci-proyek-e-ktp


Bea Cukai Blokir Lagi 65 Importir Pengemplang Pajak

Bea Cukai Blokir Lagi 65 Importir Pengemplang Pajak

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memblokir izin usaha 65 importir yang tidak patuh membayar pajak. Ini adalah upaya penertiban kedua yang dilakukan DJBC setelah sebelumnya memblokir sebanyak 676 importir berisiko tinggi dan tidak pernah menyampaikan laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).

“Ya benar 65 importir sudah diblokir. Itu perusahaan importir umum yang tidak patuh bayar pajak,” kata Kepala Seksi Humas, Devid Yohannis Muhammad dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Sayangnya terkait jumlah pajak yang tidak pernah dibayarkan 65 importir tersebut, Devid belum mengetahuinya secara persis. Direktorat Jenderal Pajak yang akan memeriksanya.

“Potensi pajak belum diketahui karena ketidakpatuhan tersebut ketidakpatuhan dalam menyampaikan SPT PPh Badan. Nanti Ditjen Pajak yang akan meneliti,” ujar dia.

Terpisah, Pengamat Perpajakan sekaligus Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran DJBC Kemenkeu dalam melakukan penegakan hukum, terutama terhadap para importir nakal dan tidak patuh yang merugikan keuangan negara dan perekonomian nasional.

“Praktik ini sudah berlangsung lama dan selama ini untouchable. Strategi hukum yang tidak patuh, layani yang patuh, sangat tepat diterapkan agar terbangun budaya patuh pajak,” kata Prastowo.

Prastowo mendukung langkah Bea Cukai secara konkret agar tindakan pencegahan dan penegakan hukum semakin efektif dan berdampak positif bagi perekonomian, khususnya mendukung upaya memberantas praktik beking yang merugikan.

“Program lain yang patut diapresiasi sebagai langkah maju, integrasi Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai komitmen reformasi pelayanan dan administrasi yang memberikan kemudahan, di samping meningkatkan efektivitas pengawasan,” jelas Prastowo.

Dirinya berharap agar DPR mempercepat revisi UU Perpajakan, UU Cukai dan infrastruktur pendukung lainnya agar reformasi pajak, dan reformasi kepabeanan dan cukai berjalan lancar, tepat waktu, sesuai sasaran dan target, sehingga berdampak signifikan pada peningkatan kepatuhan perpajakan dan penerimaan negara.

“Ditjen Pajak dan Bea Cukai harus meningkatkan koordinasi kelembagaan, terutama sebagai bagian persiapan pembentukan Badan Penerimaan Perpajakan yang diharapkan menjadi solusi agar sistem perpajakan lebih kredibel dan akuntabel dan meningkatkan penerimaan negara secara signifikan,” ujar Prastowo.

Bea Cukai Blokir Lagi 65 Importir Pengemplang Pajak – Bisnis Liputan6.com
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2969216/bea-cukai-blokir-lagi-65-importir-pengemplang-pajak

kata ustad pajak haram bre


Menurut Terdakwa, Andi Narogong Sebut Novanto Kunci Anggaran E-KTP

JAKARTA, KOMPAS.com – Terdakwa dalam kasus suap proyek e-KTP, Irman, membantah hampir seluruh keterangan yang disampaikan saksi Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Salah satunya soal kaitan dan peran politisi Partai Golkar, Setya Novanto.

Andi menjadi salah satu saksi yang dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/5/2017).

“Ada banyak sekali keberatan saya. Banyak keterangan saksi yang tidak sesuai fakta,” ujar Irman saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menyampaikan keberatan.

(baca: Saksi Akui Sampaikan Pesan Khusus kepada Terdakwa E-KTP soal Novanto)

Pertama, menurut Irman, keterangan Andi bahwa tidak pernah ada pertemuan dengan Setya Novanto di Hotel Grand Melia merupakan suatu kebohongan.

Irman mengatakan, pernah terjadi pertemuan yang dihadiri Novanto, Andi, Sugiharto, dan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Diah Anggraini.

Bahkan, menurut Irman, Andi merupakan sponsor pertemuan di Grand Melia.

Andi yang aktif memberikan undangan agar yang lain menghadiri pertemuan itu.

“Soal pertemuan itu sudah diakui Bu Diah dan Pak Sugiarto,” kata Irman.

(baca: Andi Narogong Mundur dari Proyek E-KTP karena Sakit Hati Disebut Calo)

Selain itu, dalam persidangan, Andi mengatakan tidak pernah berhubungan dengan DPR RI dalam proyek e-KTP.

Padahal, menurut Irman, dalam pertemuan di ruang kerjanya, Andi mengatakan bahwa dia diutus Komisi II DPR untuk bertemu dengan pejabat Kemendagri yang menangani proyek e-KTP.

Selain itu, menurut Irman, Andi mengatakan bahwa kunci penentu anggaran proyek e-KTP bukanlah Komisi II DPR, melainkan Ketua Fraksi Partai Golkar saat itu, Setya Novanto.

Bahkan, menurut Irman, Andi berjanji untuk mempertemukan dia dengan Setya Novanto.

“Ada Pak Sugiharto yang jadi saksinya,”kata Irman.

http://nasional.kompas.com/read/2017/05/29/17063641/menurut.terdakwa.andi.narogong.sebut.novanto.kunci.anggaran.e-ktp

waduh, gimana nih nasip cawapres?