Reklamasi Jadi Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai, salah satu rapor merah dalam tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) adalah soal reklamasi teluk Jakarta. Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga mengatakan, reklamasi menjadi rapor merah karena proyek ini dibuat tanpa izin analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang benar, sehingga merugikan hak hidup nelayan.

“AMDAL yang benar harusnya juga mencakup analisa dampak sosial. Ini yang harus dilakukan dengan benar, transparan dan partisipatif,” ujar Sandra usai diskusi publik ‘Evaluasi tiga tahun kinerja HAM Jokowi-JK’, Kamis (19/10).

Sandra mengungkapkan, Undang-Undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup mengatur dengan jelas soal itu. “Paling penting adalah bagaimana nasib para nelayan yang hidup di pesisir. Jadi tanpa itu reklamasi tidak bisa dilakukan,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan reklamasi harusnya dilakukan dengan AMDAL menyeluruh. Sandra menegaskan, tidak bisa AMDAL hanya satu pulau per satu pulau. Tapi harus AMDAL seluruh proyek reklamasi, bagaimana dampak lingkungan alam dan masyarakat sekitar. Walaupun saat ini pemerintah menjamin kehidupan nelayan akan lebih baik dengan disiapkan pemukiman di pulau reklamasi. Menurutnya harus dikaji apakah itu yang memang diharapkan nelayan. 

“Apakah sesuai dengan kondisi nelayan saat ini yang haknya hilang akibat reklamasi,” jelasnya.

Maka, menurutnya moratorium yang dulu diberlakukan masih sangat perlu dipertahankan. Dan harusnya moratorium dipertahankan sampai AMDAL dilakukan dengan benar dan partisipatif untuk seluruh proyek pulau reklamasi. 

Kemudian dari sisi penggusuran, ia mengungkapkan penggusuran masyarakat nelayan pesisir atau pinggir kali harus dilihat dar perspektif HAM keberpihakan pada kelompok miskin. Walaupun ini proyek pemprov DKI tapi tetap menjadi catatan dalam pemerintahan Jokowi-JK. Pada waktu Gubernur Ahok, rakyat digusur secara besar-besaran. Padahal seharusnya penataan kembali sungai dan pesisir bisa tanpa menggusur secara besar-besaran. Akibatnya banyak warga yang tidak siap mencari hunian sementara.

“Bisa dilakukan secara parsial, sehingga masyarakat juga bisa tingga di kampung deret atau rumah susun yang sudah ada,” katanya. 

Sandra menambahkan, belajar dari Surabaya, Jogja dan banyak kota lain yang penataan bisa dilakukan tanpa melanggar HAM.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/10/20/oy35vc354-reklamasi-jadi-rapor-merah-pemerintahan-jokowijk

Sdh ambil rapor ya


Kesaktian’ Anies Bebaskan Lahan MRT Dalam Sekali Kunjungan

‘Kesaktian’ Anies Bebaskan Lahan MRT dalam Sekali Kunjungan

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno meninjau proyek mass rapid transit (MRT) di Stasiun Haji Nawi, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

Pembangunan stasiun di lokasi itu terhambat. Ada empat bidang tanah yang belum bisa dibebaskan Pemprov DKI.

Lokasinya terletak di depan dua toko, yakni Toko Karpet Serba Indah dan Gramer Mandiri. Pemilik lahan meminta Pemprov DKI mengganti lahannya senilai Rp 120 juta per meter. Sementara hasil putusan pengadilan menyebut Pemprov DKI hanya perlu membayar Rp 60 juta per meter.

Usai meninjau proyek dan meladeni awak media, Anies didatangi salah satu pemilik lahan. Orang itu bernama Mahesh, pemilik Toko Karpet Serba Indah, di kawasan Haji Nawi.

Anies membujuk Mahesh melepas lahannya demi kepentingan negara. Keduanya sempat berdialog.

“Kalau kita hanya hitung untung rugi, enggak ada untungnya,” ujar Anies.

Mahesh mengaku setuju melepas lahannya. Hanya saja, ia meminta harga sesuai undang-undang. Tidak diungkap berapa besaran nominal yang ia maksud.

Entah apa yang kemudian mereka bicarakan. Tiba-tiba, Mahesh menyatakan siap melepas lahannya saat itu juga.

Anies dan Sandi lantas mengikuti Mahesh dan secara simbolis merobohkan pagar di toko milik Mahesh. Pihak MRT menjadi saksi dan mengucapkan terima kasih pada Mahesh atas kesepakatan melepas lahan itu.

Dengan begitu, masih ada tiga lahan yang belum dibebaskan. Anies meminta Wali Kota Jaksel untuk mengeksekusi lahan tersebut selambat-lambatnya pekan depan.

“Kepada wali kota supaya dieksekusi, bebaskan lahannya pastikan proyek ini tidak berhenti dan kita melihat kepentingan nasional yang amat besar dalam proyek ini,” ujar Anies.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

‘Kesaktian’ Anies Bebaskan Lahan MRT dalam Sekali Kunjungan – News Liputan6.com
http://m.liputan6.com/news/read/3135504/kesaktian-anies-bebaskan-lahan-mrt-dalam-sekali-kunjungan

siap siap si anu jd presiden biar panastak digiles tank dan diculik


Anies Berhasil Membujuk Warga Melepaskan Lahannya Untuk Proyek MRT

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhasil membujuk warga agar membebaskan lahannya untuk proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase satu jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia di kawasan Jalan Fatmawati.

Warga tersebut bernama Mahes yang lahannya salah satu dari empat lokasi yang bermasalah, karena belum mau membebaskan lahan miliknya. “Ya tadi kami di MRT ada sebuah rumah berukuran 76 meter persegi yang sudah bertahun tahun tidak diizinkan untuk dipakai,” kata Anies di Jatipadang, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

Dia membicarakan dengan Mahes dan sampaikan bahwa ini untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok, individu dan bisnis. “Saya bilang, pak yang lewat kawasan ini 173 ribu orang per hari, kalau bapak izinkan jutaan orang akan lewat sini. Cucu bapak akan bangga kalau diizinkan tempat ini, kalau bapak dapat sekarang cucu bapak juga akan lupa,” kata Anies.

Akhirnya diperbolehkan, namun harga tanahnya tidak dibicarakan dulu yang penting bisa digunakan, yang bisa dilanjutkan pengerjaannya dulu di sekitar rumahnya. Akhirnya Mahes setuju dan langsung mengambil godam dan memukulkannya di pagar tembok rumahnya, sebagai tanda boleh melanjutan proyek MRT di lahan miliknya.

Selain itu, Anies-Sandi yang bersamaan memantau pembangunan proyek MRT fase satu jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia di kawasan Jalan Fatmawati. Memerintahkan agar mengeksekusi lahan yang tidak mau dibebaskan.

“Kami lihat kepentingan nasional yang lebih besar dan keterlambatan di sini menimbulkan masalah. Minggu depan kita lihat pelaksanaan eksekusinya,” kata Anies.

Sebelumnya, Direktur Utama MRT Jakarta Willam Sabandar telah memaparkan perkembangan pengerjaan proyek MRT kepada Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dia memastikan MRT akan beroperasi secara komersial pada April 2019. 

http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/10/20/oy4kxm-anies-berhasil-membujuk-warga-melepaskan-lahannya-untuk-proyek-mrt

Ahh ga seru..ga ada kata Bajhingan, taikk Lu, komunis Lo, nenek Lu
Ga ada 1 jam udah berhasil dijinakkan


Gara-gara Kabar Hoax, Pembangunan Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Dihentikan

Gara-gara Kabar Hoax, Pembangunan Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Dihentikan

WARTA KOTA, TANGERANG – Pihak Sekolah Santa Laurensia akan melakukan silaturahmi dan dialog intensif dengan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang, menyusul penghentian sementara proyek pembangunan sekolah tersebut di Kompleks Perumahan Suvarna Padi, Alam Sutera, Sindang Jaya.

“Kami menghormati keputusan (penghentian sementara) dan akan melakukan dialog yang lebih komprehensif kepada masyarakat,” ujar Pilonedi Sion Anggen, Kepala Proyek Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Sindang Jaya, Jumat (20/10/2017).

Pembangunan Sekolah Santa Laurensia dihentikan sementara, setelah merebaknya isu akan ada pembangunan gereja terbesar di Sindang Jaya.

Belakangan, pihak kepolisian dan pemerintah daerah memastikan pembangunan gereja dan ajakan aksi tersebut hoax.

Namun, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghentikan sementara pembangunan Sekolah Santa Laurensia di Suvarna Padi, Alam Sutera, Kecamatan Sindang Jaya, yang sudah memasuki tahap konstruksi.

Penghentian sementara ini berdasarkan keputusan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, pengembang, dan pihak Santa Laurensia, dalam rapat bersama yang disaksikan Kapolresta Tangerang dan perwakilan tokoh masyarakat Sindang Jaya, Kamis (19/10/2017).

“Kami akan bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan melakukan dialog-dialog,” ucapnya.

“Kami menjamin tidak akan ada pembangunan gereja, hanya sekolah umum Santa Laurensia,” tegas Pilonedi.

Menurutnya, hal tersebut bisa dibuktikan dari izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“IMB hanya untuk sekolah,” imbuhnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan, penghentian sementara pembangungan Sekolah Santa Laurensia sambil dilakukan dialog yang komprehensif kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kita akan duduk bersama masyarakat mencari solusi yang terbaik,” cetus Zaki. (*)

http://wartakota.tribunnews.com/2017/10/20/gara-gara-kabar-hoax-pembangunan-sekolah-santa-laurensia-di-alam-sutera-dihentikan-sementara

==================================


Gelar Konsolidasi Kader, PKS Majalengka Incar Kemenangan Di Pilkada Dan Pemilu 2019

Gelar Konsolidasi Kader, PKS Majalengka Incar Kemenangan di Pilkada dan Pemilu 2019

Majalengka, KasKus.co.Id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka, menggelar konsolidasi pemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 bersama para kader se-wilayah Dapil V, di Aula Galuh Pakuan, Desa Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jumat (20/10).

Konsolidasi pemenangan ini, selain sebagai sarana memperkuat ikatan silaturahim antara para pengurus DPD dengan DPC dan DPRa PKS, juga sekaligus bertujuan untuk merapatkan kembali barisan seluruh jajaran pengurus PKS Dapil V, yang terdiri dari pengurus DPC/DPRa Kecamatan Rajagaluh, Sindangwangi, Leuwimunding, Palasah dan Sumberjaya.

Gelar Konsolidasi Kader, PKS Majalengka Incar Kemenangan di Pilkada dan Pemilu 2019

“Konsolidasi ini dilakukan dalam upaya untuk lebih mematangkan visi PKS dalam Berkhidmat untuk Rakyat, khususnya bagi warga masyarakat Majalengka, yang akan menghadapi Dua momen penting dalam Lima tahunan. Yakni, Pilkada 2018 dan Pileg/Pilpres 2019,”  kata Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Asep Aminudin,S.Hut.

Menurut Asep Aminudin, saat ini PKS akan terus memperkuat penajaman visi, kesolidan kader dan penguatan jejaring eksternal. Hal tersebut juga sekaligus momentum bergerak bersama untuk kemenangan Deden Hardian Narayanto (DeHan) calon Bupati Majalengka dan Ahmad Saikhu, calon Gubernur Jabar serta kemenangan PKS 2019.

Gelar Konsolidasi Kader, PKS Majalengka Incar Kemenangan di Pilkada dan Pemilu 2019

“Tentunya harus diiringi kerja keras seluruh kader dan simpatisan PKS dan para relawan. Namun, yang tidak kalah adalah pertolongan Allah SWT,” ungkap Asep.

Oleh karena itu, lanjut Asep, sebagai partai dakwah, PKS khususnya di Majalengka, terus mengikuti perkembangan dinamika politik dan sosial.

“Dengan kehadiran jumlah kader PKS Majalengka yang saat ini sangat signifikan, kami optimistis akan merebut kembali kemenangan menjadi partai papan atas yang mampu bersaing dalam pemilu legislatif di 2019 dan memenangkan Pilkada 2018,” tukasnya. (Jaja)


Lari Menuju Balaikota, Sandi Temukan Lebih Dari 100 Lubang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno saat berlari dari kediamannya di Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan menuju Balaikota DKI Jakarta, Jumat pagi menemukan ada lebih 100 lubang di trotoar.

“Tadi saya lari sekalian mengecek trotoar dan menemukan lebih dari 100 lubang dan ini menjadi PR,” kata Sandi di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Jumat (20/10).

Hal itu akan Sandi sampaikan kepada Bina Marga dan koordinasi dengan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekdaprov) Saefullah. Termasuk juga yang menjadi perhatian ada parkirnya banyak metro mini di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang banyak polusinya, katanya.

“Nanti saya koordinasikan dengan Direktur Transjakarta agar diintegrasikan untuk ikut program swadaya,” kata Sandi.

Sandi bersama rekannya dari “Jakarta Berlari” memulai gerakan “Run to Work” atau berlari ke kantor yang akan dilakukan seminggu sekali. Jarak tempuh dari Pulombangkeng ke Balaikota DKI Jakarta sepanjang sembilan kilometer melalui jalur Sudirman-Thamrin sampai Balaikota. Gerakan “Run to Work” diinisiasi sebagai gaya hidup sehat dan mengurangi kemacetan.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/10/20/oy3rh2330-lari-menuju-balai-kota-sandi-temukan-lebih-dari-100-lubang

yg kasih PR siapa pak, yg menang 80% dik*sk*s ya pak wagub. tolong perintah dinas terkait perbaikin ya pak wagub supaya nyaman buat pejalan kaki.