Toyota Siap Luncurkan Mobil SUV Toyota Fortuner Nippon Edition

Toyota Siap Luncurkan Mobil SUV Toyota Fortuner Nippon Edition
Semakin ketatnya persaingan perebutan popularitas di segmen full-suze SUV memperlihatkan banyaknya model model terbaru yang menjadikan semakin panas persaingan di dunia otomotif ini gan , sehingga membuat kelas yang sangat padat dan kompetitif.

Dan yang terbaru datang dari rival abadi dari Mitsubishi Pajero Sport yaitu Toyota Toyota fortuner yang baru saja di lepas dari bungkusnya gan eksklusif varian tertinggi dari fortuner yaitu Fortuner Nippon !!! yuk simak lebih detailnya gan
Toyota Siap Luncurkan Mobil SUV Toyota Fortuner Nippon Edition
kali ini tidak tangung tangug gan gak hanya sekadar perubahan minim semata, seperti yang dilaporkan oleh Cartoq, varian tertinggi Fortuner Nippon ini tampak kian elegan, atletis dan lebih sporty dengan tempelan kosmetik anyar yang di tambahkan oleh Toyota ini gan
dan pada bagian eksterior ada Penggabungan desain barunya yang berupa bumper depan yang di sandingkan grille chrome bermotif horizontal yang membuatnya terlihat lebih tampak stylish dan semakin elegan. Emang klo di lihat dari eksteriornya cukup menggiurkan gan

Toyota Siap Luncurkan Mobil SUV Toyota Fortuner Nippon Edition
tapi pada daerah interiornya nyaris tidak di sentuh dengan bubuhan nuansa elegan dari perpaduan jok yang terbungkus material kulit warna beige dan dashboard yang serba hitam.
Sektor dapurpacu Toyota Fortuner Nippon diisi oleh mesin 2.4 liter atau 2.8 liter dengan tambahan kilikan di area ECU yang dapat memompa lebih banyak tenaga sehingga ini yang bisa di unggulkan dari tenaga sang fortuner terbaru ini gan.


Buni Yani Laporkan Kasusnya Ke Komnas HAM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyatakan bahwa penanganan kasus kaliennya terkesan dipaksakan oleh pihak kepolisian. Karena itu, dirinya dan Buni Yani mengadu ke Komnas HAM untuk mengawal kasus tersebut.”Ini saya lagi berangkat sama Pak BuniYani.

Saya minta agar Komnas HAM mengawal proses perkara ini. Ini kan sudahenggakjelasnih,” ujar Aldwin saat dihubungi, Senin (27/2).

Aldwin menuturkan, sejak awal kasus dugaan ujaran kebencian dan UU ITE yang menjerat Buni Yani tersebut terlalu dipaksakan. Pasalnya, berkas kasus tersebut sudah berungkali dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ke Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya lantaran dinilai masih kurang lengkap atau belum dinyatakan P-21.”Ini ada indikasi bahwa kasus terlalu dipaksakan yakandan karena apa menurut kesaksian saat praperadilan baik itu saksi dari kepolisian atau dari kita khususnya ahli bahasa ya itu memang tidak ditemukan unsur di situ karena itu bukan transkripgitu lho. Indikatornya berkas dibalikkan oleh kejaksaan,” kata dia.

Selain itu, ia juga menilai, dalam penanganan kasus tersebut polisi melakukan tindakan diskriminasi. Pasalnya, polisi justru menghentikan kasus cuitan Ade Armando soal “Allah Bukan Orang Arab”, yang notabene unsur pidananya sama dengan kasus Buni Yani.”Nahinikannggakbagus buat penegakan hukum di kota begitu. Dengan pasal dan kasus yang sama tiba-tiba di-SP3 (dihentikan) sementarapak Buni Yani yang jelas-jelas menurutbeberapa ahli tidak memenuhi unsurkokdipaksa-paksakan terus kasusnya,”kata Aldwin.Untuk diketahui, sebelumnya berkas kasus Buni Yani telah dua kali dilimpahkan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ke Kejati DKI Jakarta karena belum lengkap.

Kemudian, setelah Kejati DKI melakukan pemeriksaan, baru-baru inikasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke Kejati Jawa Barat. Pasalnya,locus delictiatau tempat kejadian perkara (TKP) berada di Depok, Jawa Barat

http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/02/27/om0qa5330-buni-yani-laporkan-kasusnya-ke-komnas-ham

Y*ni : lapor saya dikriminilisisi,status tersangka ga sidang2,duit habis ratusan juta,sekarang jobles lagi,tambah bini bawel mulu dirumah, saya minta keadilan…..!!!!!!

Komn*s Huaa..M : oke siap mas kami perjuangin.

1 bulan kemudian.

uY*ni : bijimane pak, kok ga da perkembangan.

komn*s hua….m : situ siape ye , ane ga kenal tuh,

y*ni : eh…..??/#*!!!

di kantor pengacara

y*ni : gmanr nih dh lapor sana sini ga ade tanggepan?

pengac*ra : ente sih dah ga fulusnya,

y*ni : alamak,gara2 kata “pakai” jadi gini amat ya. ” SEMUA GARA2 AHOAKS…!!!!#*&%”


KPK Gelar Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum Provinsi Banten

KPK Gelar Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum Provinsi Banten

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan bersama aparat penegak hukum (Apgakum) di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (27/2/2017).

Pelatihan tersebut guna meningkatkan kapasitas Apgakum dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan sinergi antar-lembaga penegak hukum.

Ketua KPK Agus Rahardjo berharap, dengan mewujudkan sinergitas antar-lembaga, maka upaya pemberantasan korupsi bisa lebih efisien, khususnya di Provinsi Banten.

“Sinergi dan kerja sama ini mutlak dibutuhkan agar penanganan perkara tindak pidana korupsi dan pengembalian kerugian keuangan negara, khususnya di Provinsi Banten,” kata Agus di Hotel Santika.

“Dari sinergi ini diharapkan dapat terwujud kerja sama yang lebih efektif di antara lembaga dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujar dia.

Kegiatan diikuti oleh 172 peserta dari berbagai institusi, yakni 40 penyidik Polda Banten, 40 penyidik dan jaksa penuntut pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten, 11 auditor perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten.

Selain itu, ada 10 auditor BPK RI perwakilan Provinsi Banten, 12 penyidik Bareskrim Polri, dua jaksa pada JAM Pidsus Kejaksaan Agung, 50 pemeriksa/penyidik POM TNI, dua fungsional penyidik OJK, tiga penyidik KPK, serta dua pemeriksa PPATK.

Rencananya, pelatihan akan digelar sejak Senin hingga Jumat (3/3/2017).

Dalam acara pembukaan ini, turut hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Jampidsus Kejagung Agung Arminsyah, Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae, Deputi Kepala BPKP Bidang InvestigasI Iswan Elmi dan Auditor Utama Keuangan Negara III BPK RI Rochmadi Saptogiri.

Sumber = http://nasional.kompas.com/read/2017/02/27/12353651/kpk.gelar.pelatihan.bersama.aparat.penegak.hukum.provinsi.banten

????;??????;.????;?????????;:?:::;:;;;;;;;;??????.????.???;;??;?;?;;;;;;;;;;;;;;??? ????

semoga dengan pembekalan anti korupsi di banten membuat banten bebas korupsi


Bom Bandung

Ijin dilaporkan pada hari Senin tanggal 27 February 2017 pkl. 09.15 WIB di kantor kelurahan Arjuna jl. Arjuna telah terjadi seseorang yang mengamuk dengan membawa sajam.

Menurut keterangan Sdr. Dadi linmas kel. Arjuna bahwa pelaku awalnya diam di Lap. Pendawa, lalu kemudian meledakan sebuah barang yang diduga panci. Pelaku kemudian dikejar oleh pelajar SMA 6 yg sedang berolahraga. Pelaku lari kearah jl. Arjuna dan ketika akan masuk ke kantor kel Arjuna, pelaku dihadang oleh sdr. Dadi, namun pelaku mengeluarkan sajam dan mencoba untuk menusuk sdr. Dadi tapi tidak kena. Pelaku kemudian masuk ke kantor kel. Arjuna dan diam di lantai 2 sampai sekarang.

Ketika ada diatas pelaku sempat berteriak agar didatangkan densus dan tahanan teroris dibebaskan.

Ciri2 pelaku : laki-laki, umur kl. 40 th, tinggi kl 160 cm, rambut lurus pendek, kulit sawo matang, menggunakan baju coklat, celana katun hitam, jaket hitam, membawa tas ransel warna hitam.

Ijin dilaporkan sekira Pkl. 09.45 WIB tim dari Reskrim Polrestabes masuk ke TKP namun pelaku menembak sebanyak 3 kali kearah tim unit Reskrim, sehingga tim kembali keluar dan TKP kemudian disterilkan dan pelaku masih ada dilantai 2 dengan mempersenjatai dgn senpi.

Ketika dikepung pelaku sempat menembak dari lantai 2 sebanyak 5 kali, kemudian dari arah lantai 2 terlihat ada kepulan asap. Situasi sekarang pelaku masih berada di lantai 2, TKP sudah dikepung. Demikian sementara dilaporkan

 for pelakubom bandung

Ternyata pelaku takut dikejar anak sma jadi ngumpet di kelurahan
Teroris cemen


BREAKING NEWS: Bom Rakitan Meledak Di Taman Pandawa Kota Bandung

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDUNG – Bom panci meledak di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/2017) pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Bom panci itu diduga bom rakitan milik seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Pria yang diduga meletakkan bom rakitan di Taman Pandawa itu sempat melarikan diri ke kantor Kelurahan Arjuna mengamankan diri dari kejaran polisi.
Konon pria tersebut memiliki senjata yang bisa mengancam masyarakat.
Adapun kantor kelurahan kini sudah kosong dan dalam proses pengepungan aparat Polrestabes Bandung. (cis)


Polisi Mengepung, Muncul Suara Ledakan Di Kelurahan Arjuna Bandung

Polisi Mengepung, Muncul Suara Ledakan di Kelurahan Arjuna Bandung

Pengepungan kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung, Senin (27/2/2017). Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung – Tim Polrestabes Bandung mengepung kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung. Polisi berusaha melumpuhkan pelaku yang bersenjata api.

Pantauan detikcom, pukul 10.08 WIB, Senin (27/2/2017), muncul api disertai asap hitam pekat dari lantai 2 kantor Kelurahan Arjuna. Sebelum api muncul terdengar suara ledakan, namun tidak diketahui sumbernya.

Pelaku yang belum diketahui jumlahnya ini juga sempat melakukan perlawanan dengan menembak ke arah polisi dari lantai 2. Pengepungan di kantor Kelurahan Arjuna dimulai pukul 09.59 WIB.

Saat polisi berusaha masuk, pelaku melakukan perlawanan. Terdenger letusan tembakan dan ledakan sehingga polisi kembali menjauhi lokasi.

“Pelaku masih di dalam kita sedang berusaha menangkapnya,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

Menurut informasi, pelaku meledakkan benda diduga bom di lapangan. Kemudian pelaku lari ke kantor Kelurahan Arjuna.

https://m.detik.com/news/berita/d-3432673/polisi-mengepung-muncul-suara-ledakan-di-kelurahan-arjuna-bandung

Wah ada apakah ini? Semoga semuanya terkendali….