Penangkapan Terduga Pencuri Di Facebook, Netizen Terkejut Dengan Identitasnya

Penangkapan Terduga Pencuri Ini Viral di Facebook, Netizen Terkejut saat Tahu Identitas Sebenarnya

Penangkapan Terduga Pencuri di Facebook, Netizen Terkejut dengan Identitasnya

TRIBUNSOLO.COM – Semakin canggih teknologi saat ini diikuti dengan berkembangnya modus pencurian oleh pelaku kejahatan.

Bahkan tak sedikit pencuri yang menggunakan tipu muslihat hingga mengubah penampilan sedemikian rupa.

Belakangan viral postingan Facebook yang terkait penangkapan pencuri yang bikin geram banyak netizen hingga viral di Malaysia.

Akun Facebook Penang Kini, membagikan postingan tersebut, Selasa (20/2/2017).

“Viral hari ini. Ni bukan perempuan, bukan wanita

bukan gugurl … tapi ini pria ..

Seorang LELAKI yang merupai perempuan dilaporkan ditangkap di Surau Sunway Carnival Mall Seberang Jaya.

Menyamar hendak salat tapi mencuri handbag orang. Rupanya ada banyak kasus yg lama rupanya.

Minta Anda Lebih Berhati-Hati,” tulis akun Penang Kini.

Penangkapan Terduga Pencuri di Facebook, Netizen Terkejut dengan Identitasnya

Dalam postingan tersebut, akun Penang Kini juga mengunggah beberapa keping foto.

Terduga pelaku pencurian
Foto itu berisi seseorang yang mengenakan hijab sedang diinterogasi.

Tetapi setelah diselidiki, alangkah terkejutnya sebab ia merupakan seorang pria.

Penangkapan Terduga Pencuri di Facebook, Netizen Terkejut dengan Identitasnya
Terduga pelaku pencurian
Begitu pula, akun Penang Kini mengunggah foto uang dan identitas terduga pelaku pencurian.

Identitas pelaku pencurian.
Sementara itu, dilansir dari gengviral.com, tindakan pria ini bukanlah kali pertama terjadi.

Penangkapan Terduga Pencuri di Facebook, Netizen Terkejut dengan Identitasnya

Saat postingan tersebut viral, beberapa pengguna Facebook mengungkapkan pria ini sudah terkenal dengan catatan ‘buruk’.

Beberapa sumber juga menduga pria tersebut berkaitan dengan kasus pencurian tas yang terjadi di GM Klang tahun lalu.

Hingga berita ini diturunkan TribunSolo.com, postingan penangkapan pencuri dari Penang Kini itu telah dibagikan sebanyak 15 ribu kali lebih.

Kolom komentar pun dibanjiri hingga 2.000an komentar yang mayoritas menghujat aksi pencuri. (*)

http://solo.tribunnews.com/2017/02/22/penangkapan-terduga-pencuri-ini-viral-di-facebook-netizen-terkejut-saat-tahu-identitas-sebenarnya


Warga Minta Ombudsman Desak Ganjar Terbitkan Izin Lingkungan Semen Rembang

Warga Minta Ombudsman Desak Ganjar Terbitkan Izin Lingkungan Semen Rembang

Financial.id, Jakarta. Perwakilan warga di areal ring 1 pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, meminta Komisi Ombudsman mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk industri pelat merah tersebut.

Dengan begitu, pabrik Semen Rembang dapat beroperasi secara normal nantinya. Permintaan tersebut disampaikan warga di ring 1 Semen Rembang ketika menyambangi kantor Komisi Ombudsman, Selasa (21/2), sebab merasa resah setelah pabrik tak lagi beraktivitas.

Warga merasakan setelah pabrik Semen Rembang tidak lagi beraktivitas amat berpengaruh ke perekonomian mereka. Warga mengatakan, tercatat sekitar 6.000 orang karyawan kini harus menganggur, bahkan terancam tidak lagi bisa bekerja.

Selain itu, diakui para warga, saat ini mereka tidak lagi bisa memperoleh penghasilan sebagai dampak beraktivitasnya pabrik Semen Rembang sebelum dicabut izin lingkungannya.

Berhenti beraktivitasnya pabrik Semen Rembang, menurut para warga, membuat berbagai jenis usaha yang telah dilakukan juga terpaksa tak lagi dapat berkembang.

Implikasi lain, menurut para warga di ring 1 areal Semen Rembang, berhenti beraktivitasnya pabrik melahirkan berbagai persoalan lain. Persoalan lain itu mencakup polemik ekonomi, sosial serta gangguan keamanan.

Para warga di ring 1 Semen Rembang juga mengeluh ke Komisi Ombudsman akibat berhentinya pabrik dikhawatirkan dapat menghilangkan minat investasi di Rembang dan Jawa Tengah.

Warga beralasan, keberadaan dan beraktivitasnya pabrik Semen Rembang dapat meningkatkan investasi sehingga menumbuhkan kesejahteraan. Pasalnya, Rembang kini merupakan wilayah termiskin nomor lima di Jawa Tengah.

Warga di ring 1 areal pabrik Semen Rembang juga mengungkapkan, hingga sekarang situasi di wilayahnya amat kondusif. Tak ada konflik seperti maraknya kabar yang kerap di informasikan ke publik.

Para warga meminta agar pihak di luar Rembang tidak memperkeruh situasi dengan memanfaatkan isu Semen Rembang. Warga mengimbau pihak luar Rembang memikirkan masa depan mereka bila pabrik Semen Rembang gagal beroperasi.

Sebanyak 13 orang perwakilan dari tokoh masyarakat di ring 1 areal pabrik Semen Rembang memberikan tanda tangan pernyataan sikap untuk disampaikan ke Komisi Ombudsman.

Diketahui Camat Gunem Teguh Gunawarman dan beberapa Kepala Desa di ring 1 areal Semen Rembang, seperti Kades Tegaldowo Suntono, Kades Pasucen Salamun, Kades Kajar Sugiyanto, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan, ikut membubuhkan tanda tangannya.

Ring 1 areal pabrik Semen Rembang mencakup antara lain, Desa Kadiwono, Desa Kajar, Desa Pasucen, Desa Timbrangan, Desa Tegaldowo dan Desa Ngampel.

Pada awal Februari lalu, penyempurnaan amdal Semen Rembang telah dinyatakan layak dan direkomendasikan dapat diterbitkan izin lingkungan.

Penilaian amdal Semen Rembang setelah dilakukan sidang komisi oleh dua belas pakar dari beragam keahlian dan perguruan tinggi. Namun kubu penolak Semen Rembang yang turut dihadirkan dalam sidang komisi itu memilih meninggalkan persidangan. (has)

Sumber : Financial.id


Ahok: Tim Saya Bilang, “Tenang Pak, 60 Persen Orang Jakarta Enggak Suka Anies”

Ahok: Tim Saya Bilang, "Tenang Pak, 60 Persen Orang Jakarta Enggak Suka Anies"

Ahok: Tim Saya Bilang, "Tenang Pak, 60 Persen Orang Jakarta Enggak Suka Anies"
JAKARTA, KOMPAS.com – Calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menjawab soal kemungkinan empat partai pendukungan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, beralih menjadi pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Bila itu terjadi, kata Ahok, tak menutup Anies-Sandiaga pada putaran kedua akan menang karena memperoleh sekitar 57 persen suara.
Perhitungan ini berdasarkan hasil hitung cepat yang memperlihatkan bahwa Anies-Sandi mendapat 39 persen suara, sedangkan Agus-Sylvi mendapat 17 persen.

Sementara itu, Ahok pada putaran pertama mendapat 42 persen. “Tergantung membaca matematikanya. Kalau tim saya bilang, ‘Tenang Pak, 60 persen orang Jakarta enggak suka Anies’,” kata Ahok dalam acara Mata Najwa, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Ahok menambahkan, dia mempercayai bahwa setiap paslon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk Anies-Sandi.
Kelebihan dan kekurangan itulah yang akan dinilai warga.

“Yang melihat kelebihan Mas Anies 40 persen, yang melihat kekurangan 60 persen,” kata Ahok.
Sementara itu, kata Ahok, ada 42 persen yang masih berharap Ahok kembali memimpin Jakarta.

Mantan Bupati Belitung Timur itu percaya bahwa warga tersebut memilih dia dan Djarot karena kinerja mereka selama ini.
Oleh karena itu, dia memilih lebih baik bekerja dan meninggalkan kenangan positif di Jakarta.

“Gubernur namanya Ahok kerjanya ini, ini, sampai 2017 Oktober. Kalau dia merasa jangan-jangan Ahok lebih bisa kerja nih daripada ngomong, tambah (lagi) lima tahun (memimpin Jakarta),” kata Ahok.

Kompas TV Putaran kedua pilkada DKI Jakarta semakin menarik. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan berebut suara warga Jakarta. Tak hanya itu, mereka juga akan berupaya mengambil suara warga yang memilih Agus-Sylvi pada putaran pertama.

Hingga kini sejumlah partai politik belum memastikan mengalihkan dukungannya. Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat masih akan menunggu konsolidasi internal partai.

Sementara itu, PDI-Perjuangan mengaku siap menjalin komunikasi politik dengan parpol lainnya. Menurut politisi PDI-Perjuangan, Trimedya Panjaitan, komunikasi ini sudah mulai dilakukan oleh sekjen dan politisi PDI Perjuangan lainnya. Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro memperkirakan Partai Demokrat akan memilih salah satu pasangan calon. Ini berbeda dengan pilpres 2014, saat itu Partai Demokrat tidak memberikan dukungan kepada salah satu kandidat. Dalam waktu dekat, KPU DKI akan mengumumkan secara resmi hasil pilkada DKI Jakarta. Selanjutnya, proses persiapan putaran kedua pilkada segera dimulai.

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/22/21374891/ahok.tim.saya.bilang.tenang.pak.60.persen.orang.jakarta.enggak.suka.anies.

Akhirnya… iwan bopeng (panglima nastak) dipercaya ahok (lagi)


Usai Resmikan RPTRA, Ahok Groundbreaking Masjid Di Kalijodo

Selain meresmikan RPTRA Kalijodo, Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Mubarokah yang berada di seberang RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara. Masjid tersebut merupakan masjid yang dahulunya pernah ada di kawasan Kalijodo.

Ahok didampingi oleh Sekda DKI Saefullah, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, dan Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi. Ahok terlihat senang saat melakukan groundbreaking.

“Sudah belum nih? Mana lagi sini batunya,” canda Ahok pada wartawan yang memintanya untuk berpose, Rabu (22/2/2017).

Menurut arsitek RPTRA Kalijodo dan Masjid Jami Al Mubarokah, Yori Antar, masjid tersebut akan dibangun selama 6 bulan. Nantinya, masjid bisa menampung sekitar 350-400 jemaah.

“Kalau jemaah bisa sekitar 350-400 orangnya. Ini lahan tidak semuanya kita jadikan masjid, tapi ada yang kita sisakan untuk taman. Jadi nanti seperti masjid di taman,” kata Yoris di lokasi yang sama.

“Konsepnya adalah modern tropis. Jadi tetap mengedepankan kearifan nusantara,” tutupnya

Usai Resmikan RPTRA, Ahok Groundbreaking Masjid di Kalijodo
https://m.detik.com/news/berita/3429527/usai-resmikan-rptra-ahok-groundbreaking-masjid-di-kalijodo

Kali jodo mengikuti jejak kramat tunggak. Ga disangka akhirnya begini. Trims untuk agan BTP yang berani bertindak. Walau dulu di ancam demo bugil ribuan orang katanya


Tak Etis! Ahok Nikmati Fasilitas Negara Padahal Berstatus Terdakwa

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap tidak etis lantaran masih menikmati fasilitas milik negara dalam setiap aktivitasnya. Padahal, Ahok sudah menyandang status terdakwa dalam kasus penodaan agama.

“Dia terdakwa, lalu ke mana-mana difasilitasi negara. Mobil yang ia gunakan mobil milik negara, fasilitas yang ia pakai selama ini sebagai terdakwa masih milik negara. Saya anggap itu tidak etis,” ucap anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Karena itu, menurut politikus PKS ini, sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak memberhentikan Ahok.

“Sudah tidak ada alasan lagi untuik tidak memberhentikan Ahok sebagai Gubernur DKI,” katanya.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda), kepala daerah atau wakil kepala daerah yang menjadi terdakwa harus diberhentikan sementara.

Pemberhentian sementara berlaku bilamana ancaman hukuman yang menimpa kepala daerah di atas lima tahun dengan kasus tindak pidana korupsi, terorisme, makar, keamanan negara dan atau perbuatan lain yang dapat memecah belah kesatuan NKRI.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penodaan agama telah mendakwa Ahok dengan dua pasal, yakni Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing lima tahun dan empat tahun penjara.

Kendati demikian, hingga kini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo masih belum memberhentikan Ahok. DPR pun hari ini akan rapat bersama Tjahjo Kumolo untuk membahas status Ahok.

Sumber http://m.okezone.com/read/2017/02/22/337/1625242/top-news-9-tak-etis-ahok-nikmati-fasilitas-negara-padahal-berstatus-terdakwa

Koment ts.. . sayang sekali fasilitas negara masih dinikmati terdakwa


DPR Tanyai Kapolri Soal Bachtiar Nasir, Teman Ahok, Alfamart

Komisi III DPR RI hari ini menggelar rapat bersama dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian guna membahas permasalah hukum yang sedang terjadi saat ini. Dalam kesempatan itu, anggota Komisi III yang juga Sekjen PPP, Arsul Sani, menanyakan kepada Kapolri mengenai kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TTPU) yang menjerat Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir.
Meski Polri memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan, namun dasar dari penyidikan kasus ini ikut dipertanyakan.
“Atas dasar tindak pidana pencucian uang (TPPU), tapi tidak pidana pokoknya apa,” kata Arsul di Gedung DPR, Rabu 22 Februari 2017.
Dia menambahkan, kenapa Polri tiba-tiba menyelidiki dugaan TPPU dana publik yang berada di rekening Yayasan Keadilan untuk Semua. Apakah Polri juga melakukan hal serupa seperti sumbangan yang dikumpulkan relawan Teman Ahok?
“Teman Ahok, disidik atau diselidik atau tidak, itu pertanyaan,” katanya.
Arsul juga memberi contoh lain, soal apakah Polri juga ikut menyelidiki pengumpulan dana PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pengelola gerai ritel Alfamart karena mengelola uang sisa kembalian konsumen yang belanja di Alfamart. Apakah Polri melakukan penyelidikan atau tidak.
“Ini menimbulkan perselisihan, ada konsumen minta pejelasan kemana uang itu digunakan. Dia merasa membaca laporan di web Alfa ini dicatat sebagai CSR, padahal itu dana pengumpulan, dana masyarakat konsumen Alfamart yang terkumpul puluhan miliar,” lanjut dia. (ren)

Sumber http://m.viva.co.id/berita/nasional/886152-dpr-tanyai-kapolri-soal-bachtiar-nasir-teman-ahok-alfamart

Koment ts…ini menambah wawasan kita