KPK Dalami Peran Dirut PLN Dalam Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Jumat (20/7/2018). Juru bicara KPK Febri Diansyah memastikan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami pertemuan-pertemuan yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan para tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

“Penyidik mendalami pertemuan-pertemuan yang diduga dilakukan oleh saksi dengan tersangka. Selain itu, dalam kapasitas saksi sebagai Dirut PLN, penyidik juga mendalami peran dan arahan saksi dalam hal penunjukkan Blackgold,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Jumat (20/7/2018) seperti dikutip Antara.

Selengkapnya di https://law-justice.co/-kpk-dalami-peran-dirut-pln-dalam-kasus-pltu-riau-1.html


Cerita Tamran, Urunan Tiang Bambu Demi Semarakkan Asian Games

Muhammad Tamran (41) mengaku berinisiatif mengajak warga urunan membeli bambu untuk tiang bendera negara peserta Asian Games 2018. Ada 11 orang, termasuk Tamran, yang urunan untuk membeli bambu di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

“Sebelas orang patungan beli di Senen bersama kawan-kawan, spontan. Inisiatif dari saya,” kata Tamran setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

Selain bambu, Tamran dan warga urunan membeli bendera negara peserta Asian Games. Total dana yang digunakan untuk membeli bambu dan bendera sampai jutaan rupiah.

“Bujet bambu Rp 200 ribu. Nggak enak disebut, malu. Satu bendera Rp 50 ribu. Tadi kami beli bendera 100 di Tanah Abang,” ujar Tamran.

Baca juga: Sandi Beri Jaket ke Warga yang Pasang Bendera Bertiang Bambu

Tamran dan teman-temannya punya alasan mengapa memilih bambu sebagai tiang. Selain keterbatasan dana, untuk mengenang jasa pahlawan saat mengusir penjajah.

“Prinsip kami, bambu itu kan dari dulu, zaman nenek moyang. Bambu runcing itu melawan Belanda. Itu kalau di Sulawesi bambu kalau dibuang sama saja membuang orang kecil. Sampai sekarang, khususnya orang Sulawesi, di pinggir pantai, rumah masih pakai bambu tiangnya. Sangat berguna,” cerita Tamran.

Tamran mengaku tak tersinggung saat diejek menggunakan bambu sebagai tiang bendera. Pria asal Makassar itu justru mempertanyakan mengapa pihak yang menghujat tak ikut memeriahkan Asian Games.
Baca juga: Bendera Peserta Asian Games Bertiang Bambu Juga Ada di Kota Tua

“Dihujat? Biasa-biasa saja, tambah senang saya. Kenapa dia (yang menghujat) nggak beli bambu? Dia kan banyak uang. Kenapa dia nggak pasang juga bendera di depan rumahnya?” ucapnya.

Tamran bersama warga mengaku tak mengharap balasan dari pemerintah. Hingga kemudian dia diundang Sandiaga untuk datang ke Balai Kota.

“Diundang sama Pak Lurah, ‘Bang Tamran, mohon kedatangannya di kantor Gubernur. Mohon waktunya.’ Kita tidak mengharap itu. Kita cuma bantu pemerintah. Bendera ini untuk memeriahkan,” katanya. (idn/rvk)

https://m.detik.com/news/berita/4123937/cerita-tamran-urunan-tiang-bambu-demi-semarakkan-asian-games

Cerita Tamran, Urunan Tiang Bambu demi Semarakkan Asian Games
Jakarta

vs

Cerita Tamran, Urunan Tiang Bambu demi Semarakkan Asian Games


Ulama Tampar Perempuan India Saat Debat Talak 3 Di TV

NEW DELHI – Ulama Muslim bernama Ejaz Arshad Qasmi ditangkap polisi setelah berulang kali menampar pengacara perempuan India, Farah Faiz, selama debat di televisi (TV) soal talak tiga. Tema itu diperdebatkan setelah otoritas India melarang suami menceraikan istri hanya dengan menulis atau mengirim pesan talak tiga kali.

Perkelahian terjadi selama debat yang disiarkan langsung di stasiun televisi Zee Hindustan, 17 Juli 2018. Awalnya, Faiz mengatakan kepada Qasmi bahwa talak tiga tidak diakui sebagai bentuk perceraian dalam Alquran.

Dalam hitungan detik, keduanya berdiri, menunjuk jari satu sama lain dan terus berdebat soal talak tiga.

Dalam rekaman yang diunggah di akun YouTube stasiun TV tersebut, Faiz terlihat menampar Qasmi lebih dulu. Hal itu membuat Qasmi membalasnya berulang kali.

Tiga tamu sesama panel dengan cepat bereaksi dan berusaha menarik Qasmi menjauh dari Faiz saat dia melawan balik.

Menurut laporan One India, Qasmi ditahan oleh kepolisian setempat setelah pihak Zee Hindustan melaporkannya atas tuduhan menyerang Faiz. The Siasat Daily melaporkan bahwa ulama Muslim itu ditahan hingga 14 hari.

Pihak stasiun televisi mengecam perilaku Qasmi terhadap Faiz di media sosial dengan menyatakan bahwa insiden itu merupakan penghinaan terhadap perempuan. Ulama tersebut juga dikritik atas pernyataannya yang diarahkan terhadap aktivis Amber Zaidi, yang terlihat menangis selama segmen perdebatan.

Sekadar diketahui, Mahkamah Agung India melarang praktik talak tiga pada Agustus 2017. Praktik itu dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap Pasal 14 dan 21 konstitusi India yang berhubungan dengan kesetaraan, perlindungan kehidupan dan kebebasan pribadi.

Empat bulan setelah keputusan bersejarah oleh Mahkamah Agung, pejabat pemerintah memperkenalkan rancangan undang-undang kepada parlemen pada bulan Desember yang menyatakan bahwa setiap pria Muslim yang menceraikan istrinya dengan praktik seperti itu akan dipenjara hingga tiga tahun. Rancangan undang-undang ini sedang menunggu keputusan untuk disahkan atau tidak.

(mas)

https://international.sindonews.com/read/1323413/40/ulama-tampar-perempuan-india-saat-debat-talak-3-di-tv-1532048436

udh sesuai tuntunan manual book….btw pideo tampar2 ada di sumber


Waterway Di Rusun Marunda Peninggalan Jokowi Sudah Tidak Beroperasi Sejak Lama

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING – Sejumlah pihak menyebut kapal penumpang yang menghubungkan kawasan Rusun Marunda ke Muara Baru sudah tidak beroperasi.

Moda transportasi yang disebut waterway tersebut diresmikan Joko Widodo pada 2013 yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Saat itu banyak warga dari Muara Baru dan Pasar Ikan tergusur dan mereka direlokasi ke Rusun Marunda.

Waterway disediakan di sebuah dermaga apung dekat Rusun Marunda.

Moda transportasi itu disediakan secara gratis dan dikhususkan bagi warga Rusun Marunda yang hendak beranjak ke Muara Baru, Penjaringan.

Riko, petugas keamanan yang ditemui TribunJakarta.com di kluster B Rusun Marunda, mengatakan kapal penumpang tersebut sudah berhenti beroperasi sejak lama.

Meski sudah tidak beroperasi, dermaga apung untuk naik turun penumpang masih ada.

“Sudah lama itu mah, ada setahun lebih. Tapi kalau dermaganya masih ada, cuma kan sudah enggak dipakai gara-gara ada proyek itu,” kata Riko kepada TribunJakarta.com pada Kamis (19/7/2018).

Pintu masuk dermaga apung di belakang Cluster B Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, digembok pada Kamis (19/7/2018) karena masuk areal Kawasan Briket Nusantara.
Fitri, warga setempat, mengatakan hal sama.

Menurut Fitri, kapal penumpang yang mengangkut warga Rusun Marunda ke Muara Baru sudah berhenti beroperasi sejak eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lengser.

“Sudah setahunan, setelah Pak Ahok diganti saja sudah enggak ada. Setahun mah ada, kemarin-kemarinnya sih masih ada,” beber dia.

Fitri menyebut, saat beroperasi, kapal penumpang itu sepi peminat. Apalagi setelah bus TransJakarta masuk ke Rusun Marunda.

“Tapi yang saya lihat sepi ya. Mungkin karena kan sudah ada Transjakarta di sini,” kata Fitri.

Kepala UPRS Marunda Yasin Pasaribu membenarkan moda transportasi waterway sudah tak beroperasi.

Waterway sudah berhenti beroperasi sejak awal 2017.

“Sudah tidak beroperasi, saya datang itu sudah tidak beroperasi lagi. Sejak Januari 2017 itu sudah tidak beroperasi,” kata Yasin.

TribunJakarta.com memantau, lokasi dermaga apung tempat kapal penumpang terlihat sudah termakan oleh lokasi proyek.

Pintu masuk dermaga apung berupa pagar besi yang sudah digembok dan pagar beton yang mengelilingi pintu masuk dermaga berada di sisi belakang Cluster B Rusun Marunda.

Terdapat pula papan larangan masuk di dekat pagar.

Dari tulisannya, terlihat bahwa proyek tersebut merupakan proyek milik PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

“Dilarang masuk, tanah milik PT KBN,” begitu tertulis di papan larangan itu.

http://jakarta.tribunnews.com/amp/2018/07/19/waterway-di-rusun-marunda-peninggalan-jokowi-sudah-tidak-beroperasi-sejak-lama

apa kabar em em ka?


Sebut PA 212 Bohong, Kapitra Ungkit SP3 Kasus Habib Rizieq

Jakarta – Kapitra Ampera tak terima disebut bukan lagi pengacara Habib Rizieq Syihab sejak 4 bulan lalu. Kapitra pun memamerkan sederet ‘keberhasilannya’ menangani kasus-kasus Habib Rizieq.

“Masih (pengacara Habib Rizieq hingga sekarang, red). Tanggal 29 Juni masih ada tugas yang Abang harus kerjakan dari Habib Rizieq, 29 Juni, 25 Juni, 24 terus sampai ke belakang, bulan puasa itu paling banyak sampai Lebaran. Itu paling banyak, soal SP3 dan sebagainya, itu semua ada,” kata Kapitra, Jumat (20/7/2018).

Seperti diketahui, belum lama ini ada dua kasus Habib Rizieq yang di-SP3, yaitu dugaan penghinaan Pancasila dan dugaan chat porno. Kapitra tak merinci kasus mana yang pengurusan SP3-nya dia bantu, salah satu atau bahkan dua-duanya.

Kapitra juga mengungkit perannya dalam upaya mematenkan nama ‘212’. Dia menegaskan belum ada pencabutan kuasa dari Habib Rizieq.

“Belum ada pencabutan kuasa dari HRS kepada saya,” ujarnya.

Simak Pengakuan Kapitra Perihal Pencalegan dari PDIP:

Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebelumnya menegaskan Kapitra Ampera bukan lagi bagian dari tim pengacara Habib Rizieq Syihab. Kapitra juga bukan anggota GNPF Ulama sejak empat bulan lalu.

“Sebenarnya Kapitra sudah bukan anggota GNPF Ulama sejak sekitar 4 bulan yang lalu serta tidak lagi tercatat ikut dalam tim pengacara Habib Rizieq Syihab,” kata Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis dalam keterangan tertulis, Kamis (19/7).

Meski tidak lagi tercatat sebagai pengacara Habib Rizieq, menurut Damai, Kapitra dinilai sering memanfaatkan nama besar Habib Rizieq untuk kepentingan pribadi. Damai menuturkan Kapitra tidak bisa lagi mengatasnamakan Habib Rizieq dalam tindakannya.

https://m.detik.com/news/berita/4124399/sebut-pa-212-bohong-kapitra-ungkit-sp3-kasus-habib-rizieq

:Wkwkwkwk


Permohonan Maaf Kemenpora Telat Apresiasi Juara Dunia Karate Tradisional Fauzan

BANJARMASINPOST.CO.ID – Permohonan maaf disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) karena terlambat memberikan apresiasi kepada karateka Fauzan, atlet karate yang meraih juara dunia di Ceko.

Kemenpora menyampaikan permohonan maaf melalui rilis resmi yang dipublikasi di situs www.kemenpora.go.id.

Fauzan, atlet asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi juara dunia dalam WASO World Championship di Ceko pada Januari 2018.

Namun, Fauzan mengaku, tak ada apresiasi dari pemerintah atas prestasinya. Bahkan, untuk pendanaan keberangkatan ke Ceko, ia harus meminta bantuan dari berbagai pihak.

“Atas keterlambatan pemberian apresiasi dan koordinasi pada Fauzan ini, Kemenpora menyampaikan permohonan maaf,” demikian rilis Kemenpora.

Kemenpora menyatakan tak bermaksud untuk tidak memberikan perhatian kepada Fauzan atas prestasi yang dicapainya dan menyampaikan kebanggaan terhadap pencapaian atlet berusia 20 tahun itu.

Sementara, mengenai penghargaan yang diberikan kepada pelaku olahraga berprestasi, merujuk UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya Pasal 86.

Untuk pemberian dan bentuk penghargaan serta pelaksanaan pemberian penghargaan diatur dengan Peraturan Presiden. Kemenpora menegaskan tidak ada diskriminasi dalam hal pemberian penghargaan.

“Meskipun sejauh ini regulasi yang ada masih lebih fokus mengatur pemberian penghargaan untuk olahraga prestasi. Hal ini semata-mata mendorong para atlet untuk lebih berprestasi di olahraga prestasi yang menjadi perhatian masyarakat,” demikian pernyataan Kemenpora.

Beri penghargaan untuk Fauzan Rencananya, Menpora Imam Nachrawi akan memberikan penghargaan kepada Fauzan dalam waktu dekat.

Menpora juga memerintahkan jajaran terkait di Kemenpora untuk memanggil pengurus Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Fauzan, dan pelatihnya.

Pemanggilan ini terkait pembahasan soal pola dan mekanisme serta prosedur yang harus ditempuh dalam pengiriman atlet ke luar negeri, terutama untuk atlet olahraga rekreasi seperti karate tanpa pemberitahuan pemerintah. Akan tetapi, ketika berprestasi menuntut penghargaan dari pemerintah.

Kemenpora juga telah berkomunikasi Kepala Dispora Kalimantan Selatan terkait pekerjaan yang layak bagi Fauzan. Seperti diberitakan, saat dihubungi Kompas.com, Fauzan mengaku tengah menunggu kelanjutan lamaran sebagai anggota Satpol PP Pemprov Kalimantan Selatan, setelah sebelumnya gagal seleksi menjadi polisi.

Kemenpora juga membantah anggapan tidak memberikan penghargaan terhadap cabang olahraga karate karena tidak sepopuler sepak bola dan bulutangkis.

Sumur:
http://banjarmasin.tribunnews.com/amp/2018/07/19/permohonan-maaf-kemenpora-telat-apresiasi-juara-dunia-karate-tradisional-fauzan

telat apresiasi atau emang dilupakan?
klo g masuk brita mungkin udah dilupan tuh atlit
efek kebanyakan ngurusin atlit tarkam yg g punya prestasi